Home > Business essays > Control and organisational behaviour (pengendalian dan perilaku organisasi)

Essay: Control and organisational behaviour (pengendalian dan perilaku organisasi)

Essay details and download:

  • Subject area(s): Business essays
  • Reading time: 6 minutes
  • Price: Free download
  • Published: 9 September 2015*
  • File format: Text
  • Words: 1,699 (approx)
  • Number of pages: 7 (approx)

Text preview of this essay:

This page of the essay has 1,699 words. Download the full version above.

PENGENDALIAN DAN PERILAKU ORGANISASI
PERILAKU ORGANISASI
Untuk membuat dasar yang nantinya dapat digunakan manajemen dalam menyusun system pengendalian manajemen, maka kita perlu mengetahui lebih dalam mengenai perilaku organisasi. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai teori akuntansi sebagai bentuk pemahaman terhadap organisasi.
Definisi Organisasi
Secara umum, organisasi diartikan sebagai sekumpulan orang yang melakukan kerjasama demi mencapai tujuan ‘ tujuan yang telah ditentukan bersama. Organisasi tercipta ketika orang ‘ orang bergabung dan melakukan sesuatu untuk berbagai tujuan dan organisasi dapat mencakup segala aspek dalam kehidupan. Organisasi dapat bersifat formal dan informal. Pekerjaan di dalam suatu organisasi dapat dibagi ‘ bagi dan dikoordinasi sesuai dengan kebutuhan dan keahlian tiap ‘tiap anggota organisasinya untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Suatu organisasi haruslah going concern, dalam arti organisasi tersebut diasumsikan akan hidup selamanya.
Teori Perilaku Organisasi (Theory of Organization Behaviour)
Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai mengapa dan bagaimana orang ‘ orang berperilaku dalam organisasi. Berikut ada dua penjelasan mengenai teori tersebut :
1. Teori jenjang kebutuhan
Teori ini menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan yang banyak dan harus dipenuhi dan kebutuhan serta keinginan tersebut tersusun secara rapih, sehingga apabila ada satu kebutuhan terpenuhi maka setelah itu ia akan berusaha memenuhi kebutuhannnya yang lebih tinggi. Dalam teori ini tersirat bahwa system pengendalian manajemen juga didasarkan pada kebutuhan manusia yang terkoordinasi dan dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi.
2. Teori motivasi pencapaian
Teori ini lebih mengacu pada perilaku atasan atau manajer dalam perannya saat berorganisasi. Untuk mencapai keberhasilan dan mendapat sebuah kekuasaan, maka manajer tersebut juga perlu memiliki keinginan yang kuat agar dapat menghasilkan prestasi dalam organisasi.
TEORI ORGANISASI
Pengetahuan yang dalam mengenai organisasi sangatlah diperlukan oleh para pelaku organisasi dalam pelaksanaan system pengendalian manajemen organisasi tersebut. Para pelaku organisasi harus benar ‘ benar mengetahui semua poin dalam organisasi termasuk sejarah organisasi, tujuan organisasi, bagaimana perilaku para pelakunya hingga reaksi organisasi tersebut terhadap lingkungan.
Tak berbeda dengan teori perilaku akuntansi, dalam teori organisasi juga terdapat banyak teori yang membahas mengenai organisasi. Dan disini akan dibahas mengenai dua teori juga tentang organisasi, yaitu :
1. Teori Organisasi yang Berorientasi ke Dalam
Banyak organisasi dianggap indepen dan tidak terlalu memperhatikan lingkungan luar oleh beberapa teori. Teori organisasi yang berorientasi ke dalam ini banyak dijadikan dasar oleh sebagian besar system pengendalian manajemen dalam suatu organisasi hal tersebut didasarkan karena dalam teori ini mencakup tanggung jawab dalam pengambilan keputusan yang berlaku menurut proyek ‘ proyek, program ‘ program serta komponen ‘ komponen fungsionalnya.
2. Teori Organisasi yang Berorientasi ke Luar
Teori ini adalah teori kebalikan dari teori sebelumnya yaitu teori organisasi yang berorientasi ke dalam. Teori ini beranggapan bahwa suatu organisasi selalu berhubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Ada dua jenis organisasi yang menganut teori organisasi yang berorientasi keluar ini, yaitu :
– Organisasi system umum terbuka
– Organisasi system manajemen
TIPE ORGANISASI
Ada tiga jenis atau tipe organisasi, yaitu :
1. Organisasi Fungsional
Dalam tipe organisasi ini, penekanan lebih ditujukan kepada manajer yang sangat harus bertanggung jawab terhadap suatu fungsi tertentu, seperti fungsi produksi, fungsi pemasaran dan fungsi lainnya yang diterapkan dalam organisasi tersebut. Fungsi ‘ fungsi tersebut dapat dihimpun oleh fungsi yang lebih tinggi dalam organisasi itu juga. Organisasi ini berpotensi membuat efisiensi perusahaan yang lebih baik karena menggunakan masukan ‘ masukan dari manajerial yang lebih tinggi.
2. Organisasi Divisi
Dalam organisasi ini, semua manajer harus bertanggung jawab terhadap hamper keseluruhan fungsi dalam proses produksi serta distribusi lini pada organisasi tersebut. Orientasi organisasi divisi lebih terbuka yang berarti lebih menekankan bahwa para manajer harus peka terhadap pengaruh ‘ pengaruh yang dating dari luar yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja organisasi.
3. Organisasi Matriks
Ada dua struktur organisasi dalam organisasi matriks, yaitu ditata berdasarkan fungsi dan ditata berdasarkan program. Pada organisasi matriks, para manajer bertanggung jawab penuh atas profitabilitas dari lini produk organisasi tersebut dimana proses produksi dilakukan oleh unit ‘ unit organisasi fungsional.
Teori Kemungkinan (Contingency Theory)
Untuk mengendalikan suatu manajemen menggunakan tiga macam pendekatan, antara lain :
1. Pendekatan tradisional
Pendekatan ini menekankan pada perencanaan, pendekatan dan pengendalian.
2. Pendekatan system
Pendekatan ini menekankan padapenggunaan sumber daya manusia sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
3. Pendekatan perilaku
Pendekatan ini menekankan pada pengendalian manusia termasuk di dalamnya motivasi dan prediksi.
PERILAKU MANAJEMEN
Organisasi dan sistemnya yang rumit akan mempengaruhi perilaku manusia menjadi rumit pula.
Konsep Fundamental
Agar suatu organisasi ‘terkendali’ maka para anggota organisasi harus mengetahui dengan baik apa sebenarnya yang diinginkan oleh manajemen. Untuk merealisasikan hal tersebut, dapat menggunakan banyak informasi yang telah disediakan oleh manajemen organisasi seperti anggaran hingga kebijakan organisasi. Tujuan organisasi dibuat oleh para manajer senior dan dilaksanakan oleh manajer operasional untuk selanjutnya para manajer senior menerapkan system pengendalian manajemen untuk mengontrol organisasi tersebut.
Persepsi Tujuan
Para manajer operasional harus benar ‘ benar mengetahui apa tujuan organisasi. Para manajer operasional tersebut dapat secara mudah mendapatkan informasi ‘ informasi yang mereka butuhkan dari berbagai sumber baik dari dokumen maupun percakapan informal saja. System pengendalian manajemen yang efektif dapat menguatkan kepastian suatu perusahaan.
Organisasi Informal
Adanya organisasi informal di dalam organisasi formal sering menyebabkan adanya salah persepsi mengenai tindakan yang diharapkan. Hubungan pada organisasi informal tidak tercantum di dalam bagan organisasi, padahal hal tersebut cukup penting untuk pemahaman system pengendalian organisasi tersebut.
Motivasi
Reaksi pada pelaku organisasi terutama manajemen terhadap organisasi dapat berbeda tergantung pada motivasinya. Motivasi dapat bermacam ‘ macam, misalnya kenaikan gaji, promosi, pujian dan lain ‘ lain. Motivasi timbul dari dalam pribadi masing ‘ masing, tetapi motivasi dapat dipengaruhi oleh rangsangan dari lingkungan sekitarnya.
Keselarasan Tujuan (Goal Congruence)
Setiap manusia memiliki tujuan pribadi, begitu juga dengan organisasi yang juga memiliki tujuan bersama. Salah satu tugas penting system pengendalian adalah menyelaraskan kedua tujuan tersebut serta mencapainya demi mendapatkan kepuasan bersama. Semakin kuat hubungan antara tujuan pribadi dan tujuan organisasi, maka ssistem pengendalian organisasi tersebut akan semakin kuat juga.
Kerjasama dan Konflik
Suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik apabila para anggotanya tidak bekerjasama dengan baik secara terkoordinasi, untuk itu di dalam organisasi sangat dibutuhkan kerjasama yang terkoordinir dan selaras. Selain itu, organisasi juga harus menjaga koordinasi dan keselarasan tersebut agar tidak terjadi konflik yang dapat mengganggu kinerja organisasi. Konflik tersebut dapat terjadi karena berbagai alasan, salah satunya adalah dengan adanya persaingan didalam organisasi tersebut.
Iklim Organisasi (Organizational Climate)
Secara singkat, iklim organisasi dapat diartikan sebagai hasil kombinasi dari struktur formal dan struktur informal pada suatu organisasi. Dan menurut pemahaman saya iklim organisasi merupakan suasana di dalam organisasi dimana tiap pelaku organisasi di dalam organisasi saling membantu, saling menilai, dan memahami antara satu dengan yang lain. Iklim organisasi ikut mengambil bagian penting dalam organisasi. Keduanya saling mempengaruhi satu sama lain.

Tipe Pengendalian
Pelaku pengendalian Sumber arah pengendalian Macam ‘ macam Pengendalian
Ukuran prestasi dan tingkah laku Isyarat untuk tindak koreksi Imbalan untuk prestasi Hukuman untuk kegagalan
Organisasi formal Rencana organisasi, strategi, tanggapan atas persaingan Anggaran, biaya standar, target penjualan penyimpangan Penghargaan manajemen, insentif uang, promosi Minta penjelasan
Kelompok informal Keterikatan bersama cita’cita kelompok Norma-norma kelompok penyimpangan Pengakuan rekan, keanggotaan, kepemimpinan Ejekan, pengasingan, permusuhan
Perorangan Tujuan pribadi, aspirasi Harapan pribadi, target antara Dugaan akan kegagalan di masa yang akan dating, target tak tercapai Kepuasan karena ‘terkendali’ kegembiraan Merasa gagal
Sumber : Disarikan dari Gene W. Dalton dan Paul R. Lawrence, Motivation and Control in Organizations (Homewood, III. : Richard D. Irwin, 1971). Hak Cipta 1971 oleh Richard D. Irwin Inc.

Variasi dalam Pengendalian
Hakekat system pengendalian manajemen dibedakan menurut sifat pekerjaan, macam organisasi, lingkungan daan peran manajer. Berikut adalah tiga dimensi yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dan pengembangan system pengendalian manajemen :
1. Besar keleluasaan manajemen
2. Besar interdependensi
3. Rentang waktu pelaksanaan
FUNGSI KONTROLER
Kontroler dapat diartikan sebagai petinggi atau pejabat yang bertanggung jawab atas apa yang telah direncanakan oleh organisasi dan bagaimana pengoperasiannya. Tanggung jawab para kontroler berbeda ‘ beda di tiap organisasi bahkan di tiap divisinya. Tanggung jawab kontroler didasarkan pada posisinya masing ‘ masing. Tanggung jawab tersebut dilaksanakan secara langsung. Selain tanggung jawab dalam perencanaan dan pengoperasian tersebut, berikut ini adalah fungsi lain dari kontroler :
a. Menyiapkan laporan kepada pihak pemerintah serta pihak ‘ pihak luar lainnya.
b. Mempersiapkan pengembalian pajak.
c. Mempersiapkan dan melakukan analisa terhadap laporan prestasi keuangan.
d. Membantu para manajer dengan cara melakukan analisa sertab menafsirkan laporan ‘ laporan tersebut.
e. Menggunakan prosedur pemeriksaan intern dan pengendalian akuntansi, memastikan validitas informasi, menetapkan usaha perlindungan yangcukup terhadap berbagai penyimpangan serta melakukan pemeriksaan operasional.
f. Melakukan pengembangan kepada orang ‘ orang yang ia pimpin serta berperan langsung dalam penambahan pengetahuan mengenai fungsi kontroler
g. Mengadakan manajemen kas, asuransi serta kegiatan ‘ kegiatan lainnya demi pengamanan kekayaan perusahaan.
Hubungan dengan Organisasi Lini
Kontroler juga memiliki hak untuk membuat kebijakan ‘ kebijakan dalam organisasi. Namun keputusan ‘ keputusan tersebut merupakan realisasi pelaksanaan kebijakan ‘ kebijakan yang telah dibuat oleh manajer lini. Dengan kata lain, terdapat keselarasan antara kedua belah pihak. Hal tersebut tentunya sangat baik untuk menjaga kelancaran jalannya organisasi tersebut.
Kontroler Divisi
Kebanyakan perusahaan atau organisasi membagi organisasinya tersebut menjadi beberapa divisi yang dikepalai oleh seorang manajer. Manajer divisi tentu juga memiliki kontroler divisi. Dalam hal ini, kontroler divisi harus patuh kepada manajer divisi dan juga kontroler perusahaan yang terkadang beda kepentingannya. Penilaian prestasi terhadap kontroler divisi dapat dilakukan dengan menilai beberapa poin, antara lain :
– Laporan akuntansi dan keuangan
– Pengetahuan mengenai operasi divisi
– Sasaran dan pelaksanaan kepatuhan terhadap kebijakan
– Kontribusi manajemen
– Pengetahuan terhadap akuntansi
– Kejujuran dan profesionalisme
– Kemauan bekerjasama
– Organisasi dan staf
– Inisiatif dan semangat

HUBUNGAN LINI-STAF
Seorang manajer divisi dapat dikatakan tidak memiliki staf maupun asisten pribadi. Manajer tersebut mendapatkan bantuan dari :
1. Tenaga yang ditugaskan untuk membantunya dari staf umum, insinyur serta petugas pembelian
2. Staf pusat yang dapat dimintai bantuan kapan saja sebanyak mungkin.
HUBUNGAN MANAJER DIVISI ‘ KONTROLER
Untuk mencapai kesuksesan organisasi dalam hubungannya dengan manajer divisi, maka organisasi perlu membina kerjasama yang baik dan solid di tiap ‘ tiap manajemen. Berikut merupakan beberapa factor yang dapat mempengaruhi hubungan baik adalah :
1. System akuntansi yang seragam dan terpusat
2. Sasaran ‘ saasaran keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk tiap ‘ tiap divisi.
(Pertumbuhan penjualan serta besar laba penjualan)
3. Pembagian laba antara kontroler dan manajer
SISTEM AKUNTANSI
Selain memiliki tanggung jawab dalam perencanaan dan pengoperasian organisasi, divisi kontroler juga memiliki kewenangan atas system akuntansi yang akan digunakan oleh organisasi tersebut termasuk di dalamnya menetapkan cara dan jenis pos ‘ pos yang harus mereka awasi. Sistem akuntansi dijadikan dasar dalam penyusunan laporan keuangan beserta analisisnya.
SASARAN ‘ SASARAN DIVISI
Seperti yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, perusahaan atau organisasi memiliki sasaran keuangan, yaitu pertumbuhan penjualan dan tingkat laba. Tingkat laba dalam organisasi atau perusahaan ditetapkan sebaga persentase penjualan. Berikut ini adalah beberapa factor penentu target laba penjualan :
1. Kemungkinan pematenan produk
2. Besar laba atas investasi yang diinginkan
3. Besar laba industry bersangkutan
4. Besar laba investasi bersangkutan

...(download the rest of the essay above)

About this essay:

If you use part of this page in your own work, you need to provide a citation, as follows:

Essay Sauce, Control and organisational behaviour (pengendalian dan perilaku organisasi). Available from:<https://www.essaysauce.com/business-essays/essay-control-and-organisational-behaviour-pengendalian-dan-perilaku-organisasi/> [Accessed 27-02-24].

These Business essays have been submitted to us by students in order to help you with your studies.

* This essay may have been previously published on Essay.uk.com at an earlier date.