BAB III
KEGIATAN KP DAN PEMBAHASAN KRITIS
5.1 Skematik Umum Sistem Yang Terkait Kerja Praktek
Minggu I
• Pengenalan lingkungan kerja dan pengenalan tentang konveyor
1. Konveyor
Gambar 3.1 Konveyor Belt
Konveyor merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk mengengkut material baik yang berupa “unit load” atau “bulk material” secara mendatar ataupun miring.
Yang dimaksud dengan “unit load” adalah benda yang biasanya dapat dihitung jumlahnya satu per satu, misalnya kotak, kantong, balok dll. Sedangkan Bulk Material adalah material yang berupa butir-butir, bubuk atau serbuk, misalnya pasir, semen dll.
Bagian-bagian yang menyusun konveyor adalah sebagai berikut:
1. Belt
Belt berfungsi sebagai pembawa material yang diangkut.
2. Idler
Berfungsi untuk menahan atau menyangga belt.
Menurut letak dan fungsinya maka idler dibagi menjadi:
– Idler atas yang digunakan untuk menahan belt yang bermuatan.
– Idler penahan yaitu idler yang ditempatkan ditempat pemuatan.
– Idler penengah yaitu yang dipakai untuk menjajaki agar belt tidak bergeser dari jalur yang seharusnya.
– Idler bawah Idler balik yaitu yang berguna untuk menahan belt kosong.
3. Centering Device
Berfungsi untuk mencegah agar belt tidak meleset dari rollernya.
4. Unit Penggerak
Pada Belt conveyor tenaga gerak dipindahkan ke belt oleh adanya gesekan antara belt dengan “plulley” penggerak (drive pully), karena belt melekat disekeliling pully yang diputar oleh motor.
5. Bending The Belt
Alat yang dipergunakan untuk melengkungkan belt adalah
– Pully terakhir atau pertengahan
– Susunan Roller-roller
– Beban dan adanya sifat kelenturan belt.
6. Pengumpan (feeder)
Adalah alat untuk pemuatan material keatas belt dengan kecepatan teratur.
7. Trippers
Adalah alat untuk menumpahkan muatan disuatu tempat tertentu.
8. Pembersih Belt (belt-cleaner)
Yaitu alat yang dipasang di bagian ujung bawah belt agar material tidak melekat pada belt balik.
9. Skirt
Adalah semacam sekat yang dipasang dikiri kanan belt pada tempat pemuatan (loading point) yang terbuat dari logam atau kayu dan dapat dipasang tegak atau miring yang gunanya untuk mencegah terjadinya ceceran.
10. Holdback
Adalah suatu alat untuk mencegah agar Belt conveyor yang membawa muatan keatas tidak berputar kembali kebawah jika tenaga gerak tiba-tiba rusak atau dihentikan.
11. Kerangka (frame)
Adalah konstruksi baja yang menyangga seluruh susunan belt conveyor dan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga jalannya belt yang berada diatasnya tidak terganggu.
12. Motor Penggerak
Biasanya dipergunakan motor listrik untuk menggerakkan drive pulley. Tenaga dari motor harus disesuaikan dengan keperluan, yaitu:
– Menggerakkan belt kosong dan mengatasi gesekan-gesekan anatara idler dengan komponen lain.
– Menggerakkan muatan secara mendatar.
– Mengankut muatan secara tegak (vertical).
– Menggerakkan tripper dan perlengkapan lain.
– Memberikan percepatan pada belt yang bermuatan bila sewaktu-waktu diperlukan
Minggu ke-II
• Pengenalan dan mempelajari tentang running text beserta melakukan penggantian komponen catu daya
Gambar 3.2 Komponen Running Text
Running text atau disebut juga sebagai tulisan berjalan ini merupakan salah satu media elektronik yang sangat berguna untuk menyampaikan pesan dan informasi yang dapat juga dapat digunakan sebagai sarana iklan.
Running Text juga dikenal dengan sebutan Moving Sign. Dalam pengembangannya, Display Running text kini hadir tidak hanya menampilkan rangkaian tulisan berjalan saja, tetapi juga bisa untuk menampilkan gambar atau logo. Pada Running Text dapat dilengkapi dengan jam dan kalender, software editor dan simulator, misalnya editor huruf/font sehingga user dapat membuat hurufnya sendiri.
Running Text banyak dipilih orang sebagai sarana advertising, alasan sebagai sarana iklan karena selain tampilan yang sangat cantik, running text tersendiri ternyata memiliki daya tarik bagi orang-orang di sekitar yang melihatnya. seperti yang kita ketahui, bahwa indra penglihatan manusia berupa mata sangat tertarik terhadap suatu pandangan yang cerah, berwarna, mencolok, dan lain yang ada di sekelilingnya. Hal ini yang mendasari warna dari display running text mengundang mata orang di sekitarnya untuk melihat ke arahnya.
Feature yang dimiliki oleh running text adalah sebagi berikut:
– Multi Scanning, Static Driver.
– Penampil multifungsi: dapat sebagai penampil teks, animasi teks, gambar, waktu, kondisi lingkungan (suhu, tekanan udara, polusi, curah hujan, aliran fluida) dan lain-lain.
– Beragam pilihan warna (merah, kuning, hijau, putih, biru, merah-hijau dan merah-hijau-biru).
– Ukuran teks atau tulisan dapat dirubah, dilengkapi dengan software untuk melakukan konfigurasi teks yang ingin ditampilkan.
– Efek tampilan: statik, geser kiri kanan atas bawah, cover, open-close, shutter, rain, pagging, roll, snow, fall, laser, flicker, pull, horizontal, overview, overturn, random, dan lain-lain.
– Dapat menyimpan 200 program.
– Tingkat kecerahan bisa di-setting.
– Jadwal program bisa di-setting (jam dan hari).
– Timing on/off bisa di-setting (jam dan hari).
Spesifikasi Teknis :
– Tegangan AC Power Supply 220V atau DC 5V.
– Rangka dan box menggunakan Aluminium profile.
– Jarak antar LED 10mm.
– Matrix LED support P10 Red, Yellow, Green, White, Blue, Red-Green dan Red-Green-Blue.
– Sudut pandang horizontal 120 derajat.
– Masa pakai (lifetime) 100.000 jam.
– Upload data melalui USB, Wifi, Serial, LAN (optional).
– Ukuran bisa menyesuaikan tergantung permintaan: tinggi kelipatan 16 cm, panjang/lebar kelipatan 32 cm.
Minggu III-IV
• Pembelian komponen ke Jaya Plaza, belajar menampilkan sudut x,y,z dalam MPU5050 atau gyrometer pada serial monitor.
Accelerometer adalah sebuah sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan suatu objek. Accelometer berfungsi mengukur percepatan dynamic dan static. Pengukuran dynamic adalah pengukuran percepatan pada objek bergerak, sedangkan pengukuran static adalah pengukuran terhadap gravitasi bumi. Pengukuran kapasitansi inilah yang umumnya menjadi hasil pengukuran chip. Agar sensor bisa mendeteksi 3 dimensi, maka dibutuhkan 3 pasang plat yang dipasang tegak lurus antar masing- masing. Maka sensor ini bisa mendeteksi gerak.
Gambar 3.3 Sumbu Accelerometer
Fungsi Accelerometer antara lain yaitu :
1. Accelerometer ponsel ada yang namanya fungsi shake control,dengan fungsi ini maka dengan hanya menggoyangkan ponsel kita bisa mengubah fitur, misalnya mengubah lagu yang sedang di putar ke lagu selanjutnya atau lagu sebelumnya.
2. Permainan video menggunakan kontroler Wii Remote disebut yang berisi accelerometer dan dirancang terutama untuk input gerak. Pengguna juga memiliki pilihan untuk membeli sebuah gerak-sensitif tambahan lampiran, sehingga masukan gerak bisa dicatat dari kedua tangan pengguna.
3. Untuk kontrol antarmuka pengguna, sering accelerometer digunakan untuk menyajikan pandangan landscape atau potret layar perangkat, berdasarkan cara perangkat sedang diadakan. Misalnya mengganti tampilan layar dari vertical (portrait) menjadi horizontal (landscape).
4. Kamera video juga memanfaatkan accelerometer untuk menstabilkan tangkapan gambar (image stabilization), untuk anti-blur saat menangkap gambar.
5. Pada kamera foto memanfaatkannya untuk mencegah hasil pemotretan buram. Beberapa kamera digital seperti Canon PowerShot dan Ixus dilengkapi dengan accelerometer untuk mengatur format foto dan merotasi hasil pemotretan saat preview.
6. Penggunaan lain accelerometer adalah sebagai pedometer , atau penghitung langkah. Dipakai di banyak gadget sebagai monitor banyaknya langkah saat berolah raga.
Kelebihan dan Kekurangan Accelerometer yaitu:
1. Hanya dapat membacaca dalam 2 sumbu, yaitu atas dan bawah karena d pengaruhi oleh gravitasi.
2. Membutuhkan penggunaan listrik yang tinggi(boros baterai).
3. Gerakan lebih patah-patah/ tidak halus seperti pada gyroscope.
4. Accelerometer tidak bisa mengikuti pergerakan yang cepat dikarenakan responnya yang lamban.
5. Accelerometer dapat memberikan pengukuran sudut tegak lurus yang akurat ketika sistem sedang diam (statis)
Gambar 3.4 Arah Gyroscope
Gyroscope atau Gyro adalah perangkat untuk mengukur atau mempertahankan orientasi, dengan prinsip ketetapan momentum sudut. Mekanismenya adalah sebuah roda berputar dengan piringan didalamya yang tetap stabil. Giroskop sering digunakan pada robot atau heli dan alat-alat cangggih lainnya.
Gyroscope adalah berupa sensor gyro untuk menentukan orientasi gerak dengan bertumpu pada roda atau cakram yang berotasi dengan cepat pada sumbu. Gyro sensor bisa mendeteksi gerakan sesuai gravitasi, atau dengan kata lain mendeteksi gerakan penngguna. sobat bisa membayangkan sebuah game pertempuran, sebelum ada gyroscope bila kita ingin melihat situasi sekeliling, kita akan menyapu layar searah terus menerus untuk berputar, tetapi dengan menggunakan gyro sensor ini sobat cukup berputar sesuai gravitasi seperti benar-benar melihat sekeliling. Atau bila melihat sebuah obyek 3D sobat cukup berputar untuk melihat setiap sudut obyek tersebut. Tentu ini adalah sebuah metode yang menghasilkan pengalaman seolah nyata. apalagi sobat memainkannya menggunakan alat yang namanya vr glasses bisa membuat sobat andromin sedang berada dalam permainan itu.
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan Gyroscope dibandingkan dengan accelerometer
1. Harganya yang mahal.
2. Hanya dapat digunakan jika ada accelerator.
3. Dapat mendeteksi gerakan dari segala arah.
4. Hasil gambar yg di hasilkan dari gerakan lebih halus/ tidak patah-patah seperti pada accelerometer
5. Tidak di pengaruhi oleh gravitasi.
Minggu V
• Pengecekkan running text, MPU6050, dan perancangan dan mempelajari menggunakan raspberry serta image processing konveyor pada perencanaan dan perancangan image processing untuk menyortir barang serta dapat dimonitoring.
1. Image Processing
Image Processing adalah proses pengolahan sinyal yang inputnya adalah citra. Otuputnya dapat berupa citra atau sekumpulan karakteristik atau parameter yang berhubungan dengan citra.
Istilah pengolahan citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup semua data dua dimensi. Citra digital adalah barisan bilangan nyata maupun kompleks yang diwakili oleh bit-bit tertentu.
Pengolahan citra memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah:
– Digunakan sebagai proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau computer
– Digunakan untuk Teknik pengolahan citra dengan mentrasformasikan citra menjadi citra lain. contoh : pemampatan citra (image compression)
– Sebagai proses awal (preprocessing) dari komputer visi.
Operasi image processing dapat dikelompokkan berdasarkan dari tujuan transformasinya, yaitu:
1. Image Enhancement (peningkatan kualitas gambar)
Tahap ini seringkali dikenal dengan pre-processing. Operasi peningkatan kualitas gambar berfungsi untuk meningkatkan fitur tertentu pada citra sehingga tingkat keberhasilan dalam pengolahan gambar berikutnya menjadi tinggi. Operasi ini lebih banyak berhubungan dengan penajaman dari fitur tertentu pada gambar. Peningkatan kualitas gambar ini dapat dilakukan “secara manual”, dengan menggunakan program lukis atau dengan pertolongan rutin software.
Metoda untuk memperluas gambar grafis antara lain memperbaiki kontras diantara bidang-bidang yang terang dan yang gelap; menambahkan warna, menyaring ketidak seragaman sinyal kiriman yang membawa gambar, menghaluskan garis-garis yang bergerigi sehingga tampak lebih bersih; mempertajam sudut-sudut yang kabur dan mengkoreksi distorsi yang disebabkan alat optis atau tampilan.
Untuk melakukan proses image enhancement, ada beberapa teknik yang dapat dicoba berdasarkan cakupan pada operasinya:
– Operasi Titik
Operasi titik dalam image enhancement dilakukan dengan memodifikasi histogram citra masukan agar sesuai dengan karakteristik yang diharapkan. Histogram dari suatu citra adalah grafik yang menunjukkan distribusi frekuensi dari nilai intensitas piksel dalam citra tersebut. Teknik enhancement berdasarkan operasi titik dibagi tiga, yaitu:
• Intensity Adjustment
Intensity adjusment bekerja dengan cara melakukan pemetaan linear terhadap nilai intensitas pada histogram awal menjadi nilai intensitas pada histogram yang baru.
• Histogram Equalization
Teknik histogram equalization bertujuan untuk menghasilkan suatu citra keluaran yang memiliki nilai histogram yang relatif sama.
• Thresholding
Thresholding merupakan proses pemisahan piksel-piksel berdasarkan derajat keabuan yang dimilikinya. Piksel yang memiliki derajat keabuan lebih kecil dari nilai batas yang ditentukan akan diberikan nilai 0, sementara piksel yang memiliki derajat keabuan yang lebih besar dari batas akan diubah menjadi bernilai 1 .
– Operasi Spasial
Operasi spasial dalam pengolahan citra digital dilakukan melalui penggunaan suatu kernel konvolusi 2-dimensi. Teknik enhancement berdasarkan operasi titik dibagi tiga, yaitu:
• Neighborhood Averaging
Pada prinsipnya, filter yang digunakan dalam neighborhood averaging merupakan salah satu jenis low-pass filter, yang bekerja dengan cara mengganti nilai suatu piksel pada citra asal dengan nilai rata-rata dari piksel tersebut dan lingkungan tetangganya.
• Median Filtering
Median filter merupakan salah satu jenis low-pass filter, yang bekerja dengan mengganti nilai suatu piksel pada citra asal dengan nilai median dari piksel tersebut dan lingkungan tetangganya.
• High-Pass Filtering
Sebagaimana pada proses pengolahan sinyal satu dimensi, high-pass filter dua dimensi akan melewatkan komponen citra frekuensi tinggi dan meredam komponen citra frekuensi rendah.
– Operasi Transformasi
Operasi transformasi ini dilakukan dengan cara mentransformasi citra asal ke dalam domain yang sesuai bagi proses enhancement, melakukan proses enhancement pada domain tersebut, mengembalikan citra ke dalam domain spasial untuk ditampilkan/diproses lebih lanjut
• Fast Fourier Transform (FFT)
Transformasi ini memindahkan informasi citra dari domain spasial ke dalam domain frekuensi, yaitu dengan merepresentasikan citra spasial sebagai suatu penjumlahan eksponensial kompleks dari beragam frekuensi, magnituda, dan fasa.
2. Image Restoration (pemulihan gambar)
Operasi pemulihan gambar bertujuan untuk mengembalikan kondisi gambar yang telah rusak atau cacat (merekonstruksi gambar) yang sebelumnya telah diketahui menjadi gambar seperti pada kondisi awal, karena adanya gangguan yang menyebabkan penurunan kualitas gambar, misalnya mengalami suatu degradasi. Degradasi dalam hal ini maksudnya, gambar menjadi agak kabur (blur) sehingga menurunkan kualitas gambar. Blur dapat terjadi karena banyak factor. Bisa karena misalnya pergerakan selama pengambilan gambar oleh alat optik seperti kamera, penggunaan alat optik yang tidak fokus, pengguanaan lensa dengan sudut yang lebar, gangguan atmosfir, pencahayaan yang singkat sehingga mengurangi jumlah foton yang ditangkap oleh alat optik, dan sebagainya.
Bila gambar diambil dalam suatu kondisi yang sempurna (baik dari segi focus, kamera, sudut penglihatan dan yang lainnya), maka gambar akan terlihat jelas. Namun Karen ada factor-faktor pendukung ketidaksempurnaan, maka gambar yang dihasilkan menjadi menyebar ke beberapa pixel akibat distorsi oleh PSF sehingga gambar menjadi blur.
Derau (Noise) adalah gambar atau piksel yang mengganggu kualitas citra. Derau dapat disebabkan oleh gangguan fisis(optik) pada alat akuisisi maupun secara disengaja akibat proses pengolahan yang tidak sesuai. Contohnya adalah bintik hitam atau putih yang muncul secara acak yang tidak diinginkan di dalam citra. bintik acak ini disebut dengan derau salt & pepper.
Restorsi gambar dapat dilakukan dengan melewatkan gambar masukan pada penapis. Dan hasil dari restorsi ini seperti yang sudah dibahas sebelumnya, gambar yang sudah cacat (blur) akan mendekati hasil gambar aslinya menjadi lebih jelas.
3. Image Compression (kompresi gambar.
Kompresi gambar bertujuan untuk meminimalkan jumlah bit yang diperlukan untuk merepresentasikan citra. Hal ini sangat berguna apabila anda ingin mengirimkan gambar berukuran besar. Gambar yang berukuran besar akan berpengaruh pada lamanya waktu pengiriman. Maka dari itu kompresi gambar akan memadatkan ukuran gambar menjadi lebih kecil dari ukuran asli sehingga waktu yang diperlukan untuk transfer data juga akan lebih cepat.
Ada dua tipe utama kompresi data, yaitu kompresi tipe lossless dan kompresi tipe lossy. Kompresi tipe lossy adalah kompresi dimana terdapat data yang hilang selama proses kompresi. Akibatnya kualitas data yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada kualitas data asli. Sementara itu, kompresi tipe lossless tidak menghilangkan informasi setelah proses kompresi terjadi, akibatnya kualitas citra hasil kompresi juga tidak berkurang
Ada yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses kompresi gambar ini, antara lain:
– Resolusi
Resolusi adalah ukuran panjang kali lebar dalam suatu gambar yang digambarkan dalam satuan pixel. Besar kecilnya resolusi akan berpengaruh pada kualitas gambar. Tetapi hal ini juga akan mempengaruhi jumlah bit datanya dan proses transfer datanya.
– Kedalaman bit
Kedalaman bit adalah banyak sedikitnya jumlah bit yang dibutuhkan unruk menggambarkan suatu citra (gambar) dalam satuan bit/pixel. Tentu saja bila dinalar, semakin banyak bit maka gambar yang dihasilkan akan lebih bagus.
– Redundansi
Redundansi adalah keadaan di mana representasi suatu elemen data tidak bernilai signifikan dalam menggambarkan keseluruhan data.
4. Image Refresention & Modelling (representasi dan permodelan gambar.
Representasi mengacu pada data konversi dari hasil segmentasi ke bentuk yang lebih sesuai untuk proses pengolahan pada komputer. Keputusan pertama yang harus sudah dihasilkan pada tahap ini adalah data yang akan diproses dalam batasan-batasan atau daerah yang lengkap. Batas representasi digunakan ketika penekanannya pada karakteristik bentuk luar, dan area representasi digunakan ketika penekanannya pada karakteristik dalam, sebagai contoh tekstur. Setelah data telah direpresentasikan ke bentuk tipe yang lebih sesuai, tahap selanjutnya adalah menguraikan data.
Minggu VI
• Pembuatan laporan dan Presentasi
5.2 Skematik dan Prinsip Kerja Sub-Sistem Yang Dihasilkan
• Penggantian Catu Daya AC ke DC pada Running Text
Gambar 3.5 Penggantian Sumber AC ke DC
Running text pada umumnya memiliki catu daya AC dengan converter AC to DC. Namun hal tersebut memiliki kekurangan apabila Running Text akan dipasang di luar ruangan yang tidak memiliki catu daya AC (sumber PLN). Oleh sebab itu dilakukan pergantian catu daya AC ke DC dari sumber PLN ke baterai isi ulang.
Dalam penggantian sumber arus, beberapa komponen yang ikut diganti adalah regulator dan converter menjadi trafo step down.
Gambar 3.6 Pengecekan Running Text dengan Sumber DC
• Menampilkan nilai x, y, z pada Gyro
Gambar 3.7 Data Accelerometer dan Gyro pada serial monitor
Data accelerometer yang paling lembar akan menampilkan arah X, Y, Z sumbu relatif terhadap citra chip fisik atau perangkat.
– Mengidentifikasi output giroskop yang sesuai dengan RateAxz, nilai-nilai RateAyz dibahas di atas.
– Menentukan apakah output tersebut perlu dibalik karena posisi fisik giroskop relatif terhadap accelerometer.
Berikut adalah urutan sampel untuk menentukan output dari giroskop sesuai dengan nilai RateAxz dibahas di atas.
– Mulai dari menempatkan perangkat dalam posisi horisontal. Kedua X dan output Y dari accelerometer akan output tegangan nol – g ( misalnya untuk Acc_Gyro board ini 1.65 V )
– Awal berikutnya perangkat berputar di sekitar sumbu Y, cara lain untuk mengatakan itu adalah bahwa Anda memutar perangkat di pesawat XZ, sehingga X dan Z accelerometer perubahan output dan output Y tetap konstan.
– Sementara memutar perangkat pada catatan kecepatan konstan yang giroskop perubahan output, output giroskop lain harus tetap konstan
– Output giroskop yang berubah selama rotasi di sekitar sumbu Y ( rotasi di pesawat XZ ) akan memberikan nilai masukan untuk AdcGyroXZ, dari mana kita menghitung RateAxz
– Langkah terakhir adalah untuk memastikan arah rotasi sesuai dengan model kami, dalam beberapa kasus, Anda mungkin harus membalikkan nilai RateAxz karena posisi fisik giroskop relatif terhadap accelerometer
– Tampil lagi tes di atas, memutar perangkat di sekitar sumbu Y, kali ini memantau output X dari accelerometer ( AdcRx dalam model kita ). Jika AdcRx tumbuh ( yang pertama 90 derajat rotasi dari posisi horisontal ), maka AdcGyroXZ harus menurun. Hal ini disebabkan kenyataan bahwa kita sedang memantau vektor gravitasi dan bila perangkat berputar di satu arah vektor akan memutar dalam arah yang berlawanan ( relatif terhadap sistem coordonate perangkat, yang kita gunakan ).
• Menginstall Raspberry Pi
Gambar 3.8 Tampilan Raspberry Pi NOOBS
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan
Pada kegiatan kerja praktek kami memahami beberapa hal sebagai berikut :
1. Dapat mengenal lingkup kerja dan kegiatan yang ada di Narutindo Tech
2. Memamahi seluruh komponen running text dan dapat mengganti sumber AC menjadi DC
3. Memahami Gyro Accelerometer dan dapat menampilkan nilai x y z di serial monitor
6.2 Saran
1. Untuk mempermudah dan mempercepat pemasangan dan penggantian sumber arus AC ke DC lebih baik memnggunakan trafo sederhana
2. Seharusnya setiap pekerjaan didampingi oleh user yang ahli
DAFTAR PUSTAKA
1. https://www.livescience.com/40103-accelerometer-vs-gyroscope.html
2. http://www.menitinfo.com/2015/11/pengertian-dari-running-text-dan.html
3. http://rosni-gj.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9625/Pengantar+Pengolahan+Citra+1.ppt
4. http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=15%3Apemrosesan-sinyal&id=383%3Apengolahan-citra-digital&option=com_content&Itemid=15
5. http://www.informatika.org/~rinaldi/Penelitian/Makalah-2-SNATI-2006.pdf
6. http://www.total.or.id/info.php?kk=image%20enhancement
7. http://www.biomed.ee.itb.ac.id/praktikum_citra/Modul_1_EL4027.pdf
8. http://fajri.freebsd.or.id/tugas_akhir/bab2.pdf
1. LAMPIRAN
Lampiran A – Copy Surat Lamaran ke Perusahaan/Instansi
Lampiran B – Copy Balasan Surat Lamaran dari Perusahaan/Instansi
Lampiran C – Lembar Penilaian Pembimbing Lapangan dari Perusahaan/Instansi
Lampiran D – Lembar Berita Acara Presentasi dan Penilaian Pembimbing Akademik
Lampiran E – Logbook