PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI “TARIAN WAYANG TOPENG JATIDUWUR” DENGAN TEKNIK DIGITAL PAINTING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGENALKAN BUDAYA JOMBANG
Amirul Roostamaji 1) Darwin Yuwono Riyanto 2) Florens Debora Patricia 3)
1) Program Studi Desain Komunikasi Visual STIKOM Surabaya, Email: 14420100037@stikom.edu
2) Program Studi Desain Komunikasi Visual STIKOM Surabaya, Email: Darwin@Stikom.edu
3) Program Studi Desain Komunikasi Visual STIKOM Surabaya, Email: Florens@Stikom.edu
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan kesenian Wayang Topeng Jatiduwur, karena kurang tahunya masyarakat tentang Wayang Topeng Jatiduwur ini dalam tingkat lapisan umur sekolah sampai dewasa (usia 10 tahun sampai 45 tahun) menyatakan bahwa hampir 87,6 % masyarakat Jombang tidak mengetahui eksistensi dan keberadaan Wayang Topeng Jatiduwur sebagai kesenian lokal mereka. Dari 87,6% yang tidak mengetahui tentang keberadaan Wayang Topeng Jatiduwur adalah anak-anak yang mencapai 48,1% sedangkan dewasa mencapai 39,5% yang tidak mengetahui tentang Wayang Topeng Jatiduwur ini. Oleh karena itu tujuan dari perancangan ini adalah untuk merancang buku ilustrasi dengan teknik digital painting sebagai upaya pengenalan budaya Jombang. Mengenalkan kembali kesenian Wayang Topeng Jatiduwur melalui media perancangan buku ilustrasi digital painting. Untuk Memperkenal ilustrasi Tarian dan Topeng Wayang Topeng Jatiduwur.
Kata Kunci: Buku Ilustrasi, Tarian Wayang Topeng Jatiduwur, Digital Painting
Latar Belakang
Wayang Topeng Jatiduwur adalah kesenian asli berada di Kesamben, desa Jatiduwur kabupaten Jombang, yang awal mula kesenian ini ada pada saat kerajaan Majapahit berlabu ke desa Kesamben Jatiduwur kabupaten Jombang, yang pada saat itu masyarakat menyambut dengan tarian dan cerita dari Wayang Topeng Jatiduwur.
Namun pada saat ini kurang tahunya masyarakat tentang kesenian ini, menurut dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) pada data kuesioner yang telah dilakukan dari usia 10 sampai usia 45 tahun bahwa 87,6% masyarakat Jombang tidak mengetahui tentang Wayang Topeng Jatiduwur adalah anak-anak yang mencapai 48,1% sedangkan dewasa mencapai 39,5% yang tidak mengetahui tentang Wayang Topeng Jatiduwur.
Latar belakang masalah ini yang menjadi ketertarikan penelitian untuk mengangkat kesenian Wayang Topeng Jatiduwur, untuk mengenalkan kembali kesenian daerah Wayang Topeng Jatiduwur maka dalam upaya yang tepat dalam hal ini adalah dengan melakukan perancangan buku ilustrasi dapat membantu mengenalkan tentang sejarah dan cerita tentang Tarian Wayang Topeng Jatiduwur untuk anak usia 9 sampai 14 tahun. Hal yang menarik dari Wayang Topeng Jatiduwur ini adalah dari tarian dan cerita didalamnya, pada tariannya terdapat makna dari setiap gerakan tariannya, untuk cerita pada 2 digunakan yaitu Wiruncana Murca dan Patah Kuda Narawangsa.
Tarian Wayang Topeng Jatiduwur dengan Wayang Topeng Malang hamper sama, ada beberapa perbedaan dari keduanya, Wayang Topeng Malang menggunakan lakon yang bersumber dari Panji, sedangkan Wayang Topeng Jatiduwur membawakan lakon Panji namum mengambil cerita babad Majapahit.
Metode Penelitian
Perancangan ini menggunakan penelitian kualitatif. Pada penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam untuk mendapatkan informasi yang mendalam dalam mendukung proses.
Pengumpulan data menggunakan data metode: 1. Observasi, 2. Wawancara 3. Studi Literatur, 4. Studi Kompetitor, dan 5. Creatif Brief.
Hasil dan Analisis Data
Hasil Observasi
Observasi yang dimulai pada tanggal 22 februari sampai tanggal 10 juni 2018 di dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar), dengan Ki Heru Cahyono selaku budayawan dan Sanggar Purwo Budoyo, dengan Sulastri Widyanti selaku keturunan ke 7 dari Wayang Topeng Jatiduwur dan Mohammad Yaud selaku dalang Wayang Topeng Jatiduwur. Yang dimana bertujuan untuk mencari infromasi mengenai Tarian pada Wayang Topeng Jatiduwur, mulai dari sejarah, kegiatan yang dilakukan, bantuan apa saja yang diberikan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar), informasi topeng dan gerakan tari klono
Hasil Wawancara
Dari wawancara yang dilakukan kepada 3 narasumber tentang Wayang Topeng Jatiduwur bahwa kesenian budaya ini asli berasal dari desa Jatiduwur kabupaten Jombang yang berawal pada saat zaman kerajaan majaphit datang ke desa Jatiduwur kabupaten Jombang. Yang dimana Tarian yang diperlihatkan adalah tarian klono dan salah satu cerita dari Wayang Topeng Jatiduwur Wiruncara Murca dan Patah Kuda Narawangsa.
Hasil Dokumentasi
Hasil dokumentasi didapatkan selama observasi didapat dari Sanggar Purwo Budoyo diperoleh data yakni berbagai macam topeng, gerakan pada tarian klono, foto pada saat latihan, hingga makna dari gerakan tarian.
Hasil Studi Literatur
Studi literatur menggunakan pembahasan yang berdasarkan pada buku literatur, Data, Fakta, dan catatan-catatan yang bertujuan untuk memperkuat materi pembahasan dan mendukung data penelitian maupun sebagai dasar untuk menggunakan teori–teori tertentu yang berhubungan dengan penulisan ini serata menunjang kesahan data yang didapatkan pada tarian Wayang Topeng Jatiduwur.
Hasil Studi Kompetitor
Analisis studi kompetitior yang merupakan analisis melalui sumber – sumber buku yang didalamnya memuat tentang Perancangan Buku Cerita Bergambar Legenda Gunung Arjuna Untuk Anak Sekolah Dasar. Perancangan mengenai buku cerita bergambar untuk memperkenalkan cerita dari legenda gunung Arjuna. Pada studi competitor penulis melakukan analisis terhadap kelebihan dan kekurangan buku legenda gunung arjuna tersebut guna untuk memperkaya kajian, referensi dan kemasan terhadap karya tugas akhir nantinya.
Analisis STP
1. Segmentasi
Pada perancangan buku ilustrasi pengenalan Wayang Topeng Jatiduwur, konsumen yang akan dituju adalah sebagai berikut:
a. Segmentasi Geografis
Negara : Indonesia
Teritorial : Jawa Timur
Distrik :Kabupaten Jombang
Kepadatan Populasi : Kota Besar
b. Segmentasi Demografis
Usia : 9-50 tahun
Profesi : Peserta Didik
Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan
Status Keluarga : Belum Menikah
Pendidikan : Kelas 3 SD s/d Perguruan Tinggi
Kelas Sosial : Menengah
Siklus Keluarga : Keluarga Muda
c. Psikografis
Secara psikografis, anak yang khususnya berusia 9-14 tahun yang mempunyai semangat untuk mempelajari tentang Wayang Topeng Jatiduwur, dan orang tua juga yang bisa mendorong anaknya agar bisa mempertahankan kesenian budaya kabupaten Jombang agar tidak terjadi kepunahan pada kesenian budaya daerah itu sendiri.
2. Berdasarkan analisa segmentasiu pasar yang telah dilakukan, maka target dari buku ilustrasi Wayang Topeng Jatiduwur ini dibagi menjadi 2, yaitu target market dan target audience:
a. Target Audience
Usia : 9-14 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan
Status Keluarga : Belum Menikah
Profesi : Peserta Didik
Kelas Sosial : Menengah
b. Target Market
Usia : 9-50 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan
Status Keluarga : Belum Menikah
Pendidikan : SMA-Sarjana
Kelas Sosial : Menengah
3. Positioning
Buku ilustrasi digital pada Wayang Topeng Jatiduwur diposisikan sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif karena memperkenalkan kesenian budaya dari Wayang Topeng Jatiduwur kepada anak usia 9-14 tahun agar bisa mempelajari tentang Wayang Topeng Jatiduwur dari dini, karena pada umumnya buku jenis ini ditujukan kepada pelajar agar mudah dimengerti dan dipelajari.
SWOT
Tabel SWOT
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Uniq Selling Preposition (USP)
Berdasarkan studi kompetitor serta analisa STP dan SWOT maka didapatkan nilai-nilai yang membedakan buku ilustrasi ini dengan yang lainnya yaitu menggambarkan ilustrasi Wayang Topeng Jatiduwur mulai dari sejarah, topeng, sampai gerakan pada Tarian Wayang Topeng Jatiduwur, agar mudah dipahami dan dipelajari oleh anak-anak. Dikarenakan kesenian budaya harus bisa berperan untuk melestarikan budaya local meraka agar anak-anak bisa mengetahui bahwa mereka mempunyai kesenian budaya yaitu Wayang Topeng Jatiduwur.
Keyword
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Deskripsi Konsep
Berdasarkan analisa keyword bahwa kesimpulan dari konsep untuk Perancangan Buku Ilustrasi “Tarian Wayang Topeng Jatiduwur” dengan Teknik Digital Painting Sebagai Upaya Untuk Mengenalkan Budaya Jombang adalah “Original”, kata tersebut telah didaptkan melalui proses pencarian pada tahap keyword yang telah didapat hasil wawancara, observasi, literature, USP dan analisis SWOT yang dijadikan sebagai strategi utama.
Deskripsi dari “Original” adalah melestarikan budaya tanpa menghilangkan keaslian dari kesenian Tarian Wayang Topeng Jatiduwur agar bisa dipelajari turun-temurun. Konsep “Original” bertujuan agar perancangan Buku Ilustrasi “Tarian Wayang Topeng Jatiduwur” ini ditujukan untuk menarik minat anak-anak dan mengetahui tentang kesenian budaya kabupaten Jombang.
Tujuan Kreatif
Perancangan buku ilustrasi merupakan media utama bagi tarian Wayang Topeng Jatiduwur sebagai upaya merancang buku ilustrasi dengan teknik digital painting dengan memberikan informasi dan ilustrasi gerakan pada tarian Wayang Topeng Jatiduwur. Perancangan yang diperlukan tarian Wayang Topeng Jatiduwur dalam buku ilustrasi meliputi, informasi sejarah dari tarian Wayang Topeng Jatiduwur, informasi topeng, busana, alur cerita, dan juga gerakan. Desain pendukung yang diperlukan untuk buku ilustrasi tarian Wayang Topeng jatiduwur adalah x-banner dan merchandise.
Pada tahap berikutnya, perancangan karya akan disesuaikan berdasarjab konsep yang sudah ditentukan yaitu Original. Untuk mencapai hasil pada perancangan Perancangan Buku Ilustrasi “Tarian Wayang Topeng Jatiduwur” dengan Teknik Digital Painting Sebagai Upaya Untuk Mengenalkan Budaya Jombang.
Strategi Kreatif
Untuk Upaya dalam merancang buku ilustrasi tarian Wayang Topeng Jatiduwur maka strategi kreatif untuk menarik perhatian masyarakat dalam buku ilustrasi tarian Wayang Topeng Jatiduwur memberikan informasi tentang tarian Wayang Topeng Jatiduwur.
1. Ukuran dan Halaman Buku
Buku : Buku Ilustrasi
Ukuran Buku : 48 cm x 19 cm
Jumlah Halaman : 62 halaman
Gramatur Buku : Jasmine White 440 gram.
Gramatur Cover : Jasmine White 220 gram.
Finishing : Hardcover
2. Layout
layout pada buku ini menggunakan Mondrian yang dimana susunan layout menampilkan perpaduan gambar dan teks sehingga membentuk cerita dan penyajian mengacu pada bentuk landscape, yang masing-masing bidangnya sejajar membuat gambar sehingga membentuk komposisi yang terkonsep.
3. Bahasa
Buku ilustrasi Tarian Wayang Topeng Jatiduwur menggunakan Bahasa Indonesia agar mudah untuk dimengerti anak-anak. dalam penjelasan pada ilustrasi menggunakan Bahasa Indonesia agar mudah dipahami dan dipelajari pada buku ini. Bertujuan bahwa Indonesia juga mampu memproduksi buku ilustrasi budaya lokal yang ada.
3. Heading
Pada judul buku yang akan digunakan dalam buku ilustrasi ini adalah “AYO BELAJAR”. kata ini digunakan berdasarkan pertimbangan dari konsep yang telah ditentukan. Tarian Wayang Topeng Jatiduwursendiri adalah sebuah buku yang merupakan buku pembelajaran dalam sejarah, macam-macam topeng dan definisi topeng, definisi geraka tarian dan gerakan tarian. Oleh karena itu kata ajakan “Ayo” dalam judul menilbulkan kesan mengajak anak-anak untuk mempelajari tentang tarian Wayang Topeng Jatiduwur, dengan pemilihan judul tersebut target audience juga diajak untuk belajar tentang kesenian budaya.
4. Sub Headline
Sub headline dipilih untuk buku ilustrasi ini yaitu “TARIAN WAYANG TOPENG JATIDUWUR JOMBANG”. Hal ini digunakan untuk memperlihatkan isi dari buku dan menjelaskan tentang apa saja yang ada didalam buku ini, agar bisa mempelajari tentang warisan budaya Tarian Wayang Topeng Jatiduwur.
5. Teknik Visual
Teknik Visual digunakan dalam proses pembuatan visualisasi sebuah karya. Pada buku ini ilustrasi dari ornamen topeng mben yang membentuk seperti bunga menggunakan ilustrasi dan juga penari dari tarian Wayang Topeng Jatiduwur, dengan digital painting, dalam teknik ini proses pada pewarnaan dan layout dilakukan secara digital dan manual.
Element Visual yang mendukung ilustrasi ini dalam perancangan buku ilustrasi tarian Wayang Topeng Jatiduwur menggunakan ornament dari mben salah satu topeng dan juga penari dari tarian Wayang Topeng Jatiduwur.
(Sumber Olahan Peneliti,2018)
Serta menggunakan karakter visual Joko Klono sebagai identitas pada perancangan buku ilustrasi Tarian Wayang Topeng Jatiduwur diolah menggunakan teknil digital painting, Joko Klono sendiri adalah seorang raja dari kerajaan Majapahit.
Gambar Karakter Joko Klono
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
6. Tipografi
Huruf yang dipilih berdasarkan konsep dan keyword yaitu, font Permanent Marker font ini sebagai heading (judul) dengan memberikan kesan tegas dan memberikan semangat. Jenis font yang digunakan pada sub headline dan juga pada isi buku adalah Caviar Dream yang dimana huruf ini memberikan kesan yang funny karena tidak terlalu tegas.
a. Permanent Marker
Permanent Marker merupakan font Sans Serif, akan digunakan untuk judul cover agar menjadi lebih menarik dan mengajak untuk mempelajari buku ini. Menurut James Craig (2007) Sans Serif memiliki Kesan yang ditimbulkan Modern Kontemporer dan efisien.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
b. Berkshire Swash
Sedangkan untuk font Berkshire Swash yang merupakan jenis font misscellanous dan roman digunakan untuk sub headline, menurut James Craig (2007) Misscellanous memiliki sifat dekoratif dan ornamental sedangkan Roman memiliki font yang bersifat klasik, anggung, lemah gemulai.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
c. Rapid Mental Thursday
Menurut James Craig (2007) font Rapid Mental Thursday merupakan font Fancy cartoon digunakan sebagai font isi dalam buku, karena font ini bersifat fun dan bersahabat font ini banyak digunakan pada kartun ataupun comic anak-anak.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
7. Warna
Untuk Warna pada buku ilustrasi ini menggunakan warna yang sesuai pada konsep Original sendiri, yang merupakan sesuatu yang bersifat asli semangat, enjoy, dan ceria. Dengan menggunakan warna welcome, berdasarkan dari buku teori color harmoni 2, maka skema dasar pada warna welcome merupakan kombinasi dari warna kuning-orange (Bride M Whelan, 1994) dimana warna pada kombinasi memberikan kesan yang hangat dan ceria.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Strategi Media
Untuk strategi media yang digunakan yaitu:
1. X-Banner
Media pendukung x-banner untuk menjadi media promosi.
2. Merchandise
Untuk merchandise berupa gantungan kunci, stiker, dan pembatas buku bertujuan umenjadikan sebagai media promosi bagi sanggar Purwo Budoyo.
Implementasi Media
Desain Cover
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Pada cover bagian depan sebelah kanan terdapat beberapa karakter Joko Klono sedang menari yang ditempatkan secara acak. Karakter dari Joko Klono ini merupakan seorang raja dari kerajaan Majapahit. Disebelah kiri merupakan cover belakang dimana terdapat karakter Joko Klono sedang menari namun berirama dan sejajar, terdapat juga tulisan ditujukan untuk Umur 9 sampai 14.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Pada halaman pembuka menggunakan “AYO BELAJAR MENGENAL DAN MENARI !” dengan sub judul “TARIAN WAYANG TOPENG JATIDUWUR” sama dengan cover depan.
Sumber: Olahan Peneliti
Untuk halaman 4 berisi Layout teks nama penyusun buku, editor, illustrator, pada bagian kiri. Sedangkan halaman 5 berisikan teks tentang ucapan terimakasih.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Untuk halaman 6 dan 7 berisi kata pengantar dan juga daftar isi.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Untuk halaman 1 dan 2 berisi layout tentang perkenalan.
Sumber : Olahan Peneliti, 2018
Untuk Halaman 3 dan 4 berisi layout tentang sejarah Wayang Topeng Jatiduwur.
Sumber : Olahan Peneliti, 2018
Untuk Halaman 5 dan 6 berisi layout tentang pengertian topeng.
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Untuk halaman 7 dan 14 berisikan layout tentang beberapa topeng yang di kenakan pada Tarian Wayang Topeng Jatiduwur
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Untuk halaman 15 dan 16 berisikan layout tentang Definisi dari Tari Klono
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada halaman 17 dan 44 berisikan layout macam-macam gerakan Tari Klono, Seperti menunjukkan mahkota, kumis, perhiasa cincin, perhiasan kaki, bahu, pergelangan tangan, sabul, selendang, dan cara berjalan seorang raja kerajaan Majapahit.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada halaman 45 dan 46 berisikan layout tentang Bio data Penulis
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada halaman 47 dan 48 berisikan layout belakang pada cover belakang
Media Pendukung
Sumber: Olahan Peneliti, 2018
Untuk X-banner menggunakan ukuran 160 x 60 cm didesain warna coklat, diberi ornament dari mben dan juga karakter Joko Klono.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada gambar gantungan kunci di desain dengan topeng dari mben dan juga gerakan dari Joko Klono diberi ornament dari mben berukuran 4.5 x 4.5 cm.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada gambar pembatas buku di desain dengan topeng dari mben dan juga gerakan dari Joko Klono diberi ornament dari mben dengan ukuran 15 x 5 cm.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada Gambar Desain Poster memperlihatkan karakter dari Joko Klono dan juga ornament pada Mben.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2018
Pada gambar desain stiker di desain dengan topeng dari mben dan juga gerakan dari Joko Klono diberi ornament dari mben dengan ukuran 7 x 7 cm.
Kesimpulan
1. Tujuan utama perancaganan ini adalah Untuk sebagai upaya pengenalan budaya Kabupaten Jombang.
2. Untuk mengenalkan kembali kesenian Wayang Topeng Jatiduwur melalui media perancangan buku ilustrasi digital painting.
3. Konsep yang digunakan adalah Original. Deskripsi dari kata “Original” adalah untuk melestarikan budaya tanpa harus merubahnya.
4.
Saran
Saran yang akan diberikan:
1. Pihak dari sanggar Purwo Budoyo diharapkan untuk lebih luas memperkenalkan kesenian budaya tarian Wayang Topeng Jatiduwur agar tidak terjadi keterpurukan lagi.
2. Menjadikan buku ilustrasi sebagai sarana untuk anak-anak bisa mempelajari dan mengenali tarian Wayang Topeng Jatiduwur yang merupakan warisan kesenian budaya yang terdapat di Kabupaten Jombang.
Daftar Pustaka
Sumber Dari Buku:
Deka, Anjar Rosmawati, 2012. Digital Painting dan Desain Karakter Dengan Adobe Photoshop. Yogyakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si. 2008. Pengenalan Teori Warna. Jakarta: PT Gramedia Eko, Sugiarto. 2017. Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis: Suaka Media.
Jefkins, Frank. (1997). Periklanan. Jakarta: Erlangga
Kalangie, Nico S., 1994. Kebudayaan dan Kesehatan:Pengembangan Pelayanan Kesehatan Primer Melalui Pendekatan Sosiobudaya. Jakarta: PT Kesaint Blanc Indah Corp.
Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual Yogyakarta: ANDI
Kusmiati, Artini R.dkk. 1999. Teori Dasar Komunikasi Visual. Jakarta: Djambatan
Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: ANDI Linton, Ralph,1893-1953. The cultural background of personality. New York;London: D. Appleton-Century company, incorporatedMuktiono, Joko D. 2003. Aku Cinta Buku (Menumbuhkan minat baca pada anak). Jakarta : Elex Media Computindo.
Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian: Skripsi Tesis, Disertasi, & Karya Ilmiah. Jakarta: Panamedia Group.
Ranjabar, J. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.
Rustan, Surianto. 2010. Huruf Font Tipografi, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ross, Robert 1991, Illustration Today, International Textbook Co, Scranton Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutopo. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS. Suyanto, Slamet Sofyan, Salam. 2017. Seni Ilustrasi: Esensi – Sang Ilustrator – Lintasan – Penilaian. Universitas Negeri Makassar
Tylor, Edward Burnett, Sir, 1832-1917. Primitive culture: researches into the development of mythology,philosophy, religion, language, art, and custom. London.
Sumber TA / Skripsi :
Dian Ratri, Wijayanti (2013). Perancangan Buku Cerita Bergambar Legenda Gunung Arjuna Untuk Anak Sekolah Dasar. Universitas Negeri Malang.
Heny Miftachu, Rosidiyanti (2017). Perancangan Buku Ilustrasi Aksara Jawa Dengan Teknik Digital Vektor Sebagai Media Pembelajaran Anak Kelas 3 Sekolah Dasar. Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.
Prasetiyo, Dhimas (2017). Perancangan Buku Refrensi Seni Tari Bedhaya Ketawang Dengan Menggunakan Teknik Digital Watercolour Illustration Kepada Remaja Guna Melestarikan Budaya. Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.
Yunuartuti, Setyo (2015). Revitalisasi Pertunjukkan Wayang Topeng Jatiduwur Jombang Lakon Patah Kuda. Institut Seni Indonesia.
Sumber Internet
www.artikelsiana.com/2017/09/pengertian-ilustrasi-fungsi-tujuan.html http://budayapanji.com/informasi/?p=542 https://ceritaihsan.com/pengertian-seni-tari/ www.faktualnews.co/gallery/beritafotowayangtupengjatiduwur/ www.glorianet.org
www.jombangkab.go.id/index.php/page/detail/sejarah-berdiri-kota-jombang.html www.njombangan.com/seni-dan-budaya/seni-wayang/
https://nasional.kompas.com/read/2008/09/14/02422737/anak.muda.ogah.melirik.seni.tradisional
www.pengertianpakar.com
www.rahmatsularso.net/2016/02/mengenal-tari-wayang-topeng jatiduwur.html www.rif.org/parents/goodbooks/
www.triobbc.com/2014/07/definisiwarna.html http://www.wikiwand.com/id/Wayang_Topeng