Home > Sample essays > Essay 2016 06 10 000BG1

Essay: Essay 2016 06 10 000BG1

Essay details and download:

  • Subject area(s): Sample essays
  • Reading time: 25 minutes
  • Price: Free download
  • Published: 1 April 2019*
  • Last Modified: 23 July 2024
  • File format: Text
  • Words: 7,422 (approx)
  • Number of pages: 30 (approx)

Text preview of this essay:

This page of the essay has 7,422 words.



BAB III : SISTEM INFORMASI, ORGANISASI, DAN STRATEGI

Pristin Prima Sari

(S411508015)

BAB III

 SISTEM INFORMASI, ORGANISASI, DAN STRATEGI

Pristin Prima Sari

(S411508015)

3.1. Organisasi dan Sistem Informasi.

Sebagai seorang manajer, anda perlu tahu mengenai hubungan antar organisasi, sistem informasi, dan strategi bisnis. Bab ini memperkenalkan ciri-ciri dari organisasi yang perlu anda pahami saat anda mendesain, membangun, dan menjalankan sistem informasi manajemen. Selanjutnya, kita membahas masalah-masalah yang dihadapi perusahaan dari kompetensi dan berbagai macam cara sistem informasi memberikan keuntungan yang kompetitif.

Informasi sistem yang dibangun oleh manajer untuk melayani kepentingan perusahaan bisnis. Pada saat yang sama, organisasi harus menyadari dan terbuka untuk pengaruh sistem informasi untuk mendapatkan keuntungan dari teknologi baru. Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi adalah kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor mediasi, termasuk organisasi struktur, proses bisnis, politik, budaya, lingkungan sekitar, dan keputusan manajemen.

Organisasi adalah struktur formal yang stabil yang mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan output. Organisasi mempunyai ciri-ciri seperti mempunyai struktur organisasi yang jelas, memiliki rutinitas dan proses bisnis. Organisasi biasanya juga mempunyai lingkungan, budaya dan politiknya sendiri. Ciri lain organisasi termasuk proses bisnisnya, tujuan, pilihan, dan gaya kepemimpinan. Seluruh ciri ini mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan organisasi.

1. Apa itu organisasi?

Definisi organisasi sangat kuat dan sederhana, tetapi tidak sangat deskriptif atau bahkan dapat diprediksi organisasi dunia nyata. Perilaku organisasi adalah suatu studi yang mempelajari tingkah laku manusia dimulai dari tingkah laku secara individu, kelompok dan tingkah laku ketika berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap kegiatan organisasi dimana mereka melakukan atau bergabung dalam organisasi tersebut.

Bagaimana definisi ini organisasi berhubungan dengan sistem teknologi informasi? Tetapi lebih definisi perilaku realistis organisasi menunjukkan bahwa membangun baru sistem informasi, atau membangun kembali yang lama, melibatkan lebih dari satu penataan teknis mesin atau pekerja yang beberapa sistem informasi mengubah keseimbangan hak organisasi, hak istimewa, kewajiban, tanggung jawab, dan perasaan yang telah ditetapkan selama periode waktu panjang. Mengubah elemen-elemen ini dapat memakan waktu yang lama, sangat mengganggu, dan membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mendukung pelatihan dan pembelajaran.

2. Fitur Organisasi

a) Rutinitas dan Proses Bisnis

Semua organisasi, termasuk perusahaan bisnis, menjadi sangat efisien dari waktu ke waktu karena individu dalam perusahaan mengembangkan rutinitas untuk memproduksi barang dan jas

b) Politik Organisasi

Orang dalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan spesialisasi yang berbeda, kekhawatiran, dan perspektif.

c) Budaya Organisasi

Semua organisasi memiliki batuan dasar, tak tergoyahkan, tidak diragukan lagi (oleh anggota) asumsi yang mendefinisikan tujuan dan produk mereka. Organisatoris budaya meliputi set asumsi tentang apa produk organisasi harus menghasilkan, bagaimana harus menghasilkan mereka, di mana, dan untuk siapa

d) Lingkungan Organisasi

Organisasi berada dalam lingkungan dimana mereka menarik sumber daya dan yang mereka memasok barang dan jasa. Organisasi dan lingkungan memilikihubungan timbal balik. Di satu sisi, organisasi terbuka untuk, dantergantung pada, lingkungan sosial dan fisik yang mengelilingi mereka.

 

Struktur Organisasi

Semua organisasi memiliki bentuk atau stuktur. Klasifikasi Mintzbegt(1979) menunjukkan lima jenis struktur organisasi: struktur wirausaha, birokrasi mesin, birokrasi dengan divisi, birokrasi professional, adhocracy. Pada perusahaan wirausaha kecil anda akan sering menemukan sistem yang dirancang dengan buruk yang dikembangkan terburu-buru yang sering melebihi kegunaannya dengan cepat. Pada rerusahaan multidivisi yang besar yang beroperasi pada rarusan lokasi anda akan sering menemukan bahwa tidak terdapat satu sistem informasi tunggal yang terintegrasi, tetapi justru setiap divisi memilik perangkat sistem informasinya sendiri.

Ciri-ciri lain Organisasi

Organisasi memiliki tujuan yang menggunakan sarana yang berbeda untuk mencapainya. Beberapa organisasi memiliki tujuan yang koersif (misalnya sebagai penjara) lainnya memiliki tujuan manfaat (misal untuk bisnis). Yang lainnya lagi memiliki tujuan normatif (universal, kelompok religious). Organisasi juga melayani kelompok yang berbeda atau memiliki anggota yang berbeda, beberapa menguntungkan anggotanya, yang lainnya menguntungkan klien, pemegang saham atau masyarakat.

3.2. Bagaimana Sistem Informasi Mempengaruhi Organisasi dan Perusahaan

Sistem informasi telah menjadi alat yang integral, online, dan interaktif yang sangat terlibat pada operasi menit ke menit dan pembuatan keputusan pada organisasi besar. Selama decade terakhir, sitem informasi secara fundamental telah mengubah ekonomi organisasi dan meningkatkan kemungkinan mengelola pekerjaan. Teori dan konsep dari ekonomi dan sosiologi membantu kita memahami perubahan yang di bawa TI.

1. Dampak Ekonomi

Dari sudut pandang ekonomi, TI mengubah balik biaya relatif modal maupun biaya informasi. Teknologi sistem informasi dapat dilihat sebagai faktor produksi yang dapat digantikan dengan modal dan tenaga kerja tradisional. Sebagai biaya teknologi informasi menurun, itu menggantikan tenaga kerja, yang secara historis telah menjadi meningkatnya biaya. Maka, TI harus menghasilkan penurunan jumlah menejer tingkat menengah dan pekerjaan administrasi seiring dengan TI yang menjadi pengganti bagi tenaga kerja Laudon (1990).

Seiring dengan penurunan biaya TI, TI juga menggantikan bentuk modal lainnya, seperti gedung dan mesin, yang tetap relatif mahal. Maka, dengan berjalannya waktu kita dapat berharap para manajer untuk meningkatkan investasi mereka pada TI karena penurunan biaya adalah relatif terhadap investasi modal lain.

Teknologi informasi juga dapat mengurangi biaya manajemen internal. Menurut teori keagenan, perusahaan dipandang sebagai ���perhubungan kontrak��� antara individu mementingkan diri sendiri ketimbang sebagai kesatuan, memaksimalkan laba entitas (Jensen dan Meckling, 1976).

2. Dampak Organisasi Dan Perilaku

Teori yang berdasarkan sosiologi dari organisasi yang rumit juga memberikan beberapa pengertian mengenai bagaimana dan mengapa perusahaan berubah dengan penerapan aplikasi TI yang baru.

a) IT Flattens Organizations

Beberapa organisasi-organisasi besar telah dirampingkan, mengurangi jumlah karyawan dan jumlah tingkat di organisasi mereka. Peneliti perilaku telah berteori bahwa teknologi informasi memfasilitasi merata dari hierarki dengan memperluas distribusi informasi ke memberdayakan tingkat rendah karyawan dan meningkatkan efisiensi manajemen.

b) Organisasi Post Industrial

Masyarakat, otoritas semakin bergantung pada pengetahuan dan kompetensi, dan tidak hanya pada posisi formal. Oleh karena itu, bentuk organisasi merata karena pekerja profesional cenderung self-managing, dan pengambilan keputusan harus menjadi lebih terdesentralisasi pengetahuan dan informasi menjadi lebih luas di seluruh perusahaan (Drucker, 1988).

c) Internet dan Organisasi

Internet, terutama world wide web, adalah awal untuk memiliki dampak pening pada hubungan antar perusahaan dan entitas eksternal, dan bahkan pada organisasi proses bisnis di dalam perusahaan. Internet meningkatkan aksesibilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi. Pada intinya, internet mampu secara dramatis mengurangi biaya transaksi dan keagenan yang dihadapi kebanyakan organisasi.

Perusahaan membangun kembali beberapa proses bisnis utamanya dengan cepat berdasarkan teknologi internet dan membuat teknologi ini sebagai komponen penting infrasetruktur TI-nya. Jika jaringan sebelumnya memiliki bimbingan, hasilnya adalah proses bisnis yang lebih sederhana, karyawan lebih sedikit, dan organisasi yang jauh lebih rata dari pada dimasa lalu.

Menerapkan sistem informasi memiliki konsekuensi untuk pengaturan tugas, struktur, dan orang-orang.Menurut model ini, untuk menerapkan perubahan, keempat komponen harus diubah secara bersamaan.

3. Implikasi bagi Desain dan Pemahaman

Untuk memberikan manfaat asli, sistem informasi harus dibangun dengan jelas pemahaman tentang organisasi di mana mereka akan digunakan. Dalam pengalaman kami, faktor organisasi pusat untuk dipertimbangkan ketika merencanakan baru sistem adalah sebagai berikut:

��� Lingkungan di mana organisasi harus berfungsi

��� Struktur organisasi: hirarki, spesialisasi, rutinitas, dan

proses bisnis

��� Budaya dan politik organisasi itu

��� Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan

��� Kelompok kepentingan pokok dipengaruhi oleh sistem dan sikap

pekerja yang akan menggunakan sistem

��� Jenis-jenis proses tugas, keputusan.

3. 3. Menggunakan Sistem Informasi Untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif

Pada hampir semua industri yang anda lihat, anda akan menemukan beberapa perusahaan berkinerja lebih baik dari pada yang lain. Selalu terdapat perusahaan yang menonjol, pada industri otomotif Toyota dianggap pelaku superior. Pada eceran online murni, amazon.com adalah pemimpinnya. Dan pada eceran off line, wai-mart pengencer terbesar di bumi.  

Perusahaan yang melakukan dengan lebih baik dari pada yang lain dikatakan memiliki keunggulan kompetitif dari yang lainnya, perusahaan memiliki akses terhadap sumberdaya khusus yang tidak dimiliki yang lain, atau mereka mampu mengunakan sumber daya yang tersedia umum dengan lebih efisien biasanya kerena pengetahuan dan aset informasi yang superior.

3. 3. 1. Model Daya Kompetitif Porter  

   Dalam model daya kompetitif Porter, posisi trategis perusahaan dan strateginya bukan hanya ditentukan oleh kompetisi dengan pesaing tradisional langsungnya, tetapi juga dipengaruhi pemain baru di pasar, barang dan jasa pengganti, pemasok, dan pelanggan. Sistem informasi mmbantu perusahaan bersaing dengan mempertahankan harga yang rendah, membedakan barang dan jasa, berfokus pada peluang pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan dan pemasok, meningkatkan batasan entri pasar dengan tingkat operasional yang sangat baik.

1. Porter Competitive Forces Model

a. Pesaing Tradisional

Semua perusahaan berbagi ruang pasar dengan kompetitor lain yang terus menerus merancang, cara yang lebih efisien baru untuk menghasilkan dengan memperkenalkan produk baru dan, dan berusaha untuk menarik pelanggan dengan mengembangkan merek mereka dan memaksakan beralih biaya pada pelanggan mereka.

b. Peserta Pasar Baru

Dalam ekonomi gratis dengan tenaga kerja mobile dan sumber daya keuangan, perusahaan baru selalu memasuki pasar.

c. Produk pengganti dan Jasa

Di hampir setiap industri, ada pengganti yang mungkin pelanggan Anda

gunakan jika harga Anda menjadi terlalu tinggi Pelanggan

��� Sebuah perusahaan yang menguntungkan tergantung dalam ukuran besar pada kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan (sementara menyangkal mereka untuk pesaing), dan biaya harga tinggi.

��� Pemasok

Kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap laba perusahaan, terutama ketika perusahaan tidak dapat menaikkan harga secepat pemasok.

3.3.2 Strategi Sistem Informasi untuk Berhubungan dengan Daya Kompetitif

Apa yang akan dilakukan oleh perusahaan jika dihadapkan dengan seluruh daya kompetitif ini? Dan bagaimana perusahaan mengunakan sistem informasi untuk melawan beberapa dorongan ini? Bagaimana anda mencegah pengganti dan menghalangi permainan baru di pasar? Terdapat 4 strategi umum yang masing-masing sering dimungkinkan dengan penggunaan teknologi dan sistem informasi: kepemimpinan harga rendah, diferensiasi produk, berfokus pada peluang pasar, dan menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok.

Kepemimpinan Harga Rendah

Gunakan sistem informasi untuk mencapai biaya operasional terendah dan harga terendah. Contoh klasik adalah wai-mart, dengan menjaga harga yang rendah dan rata-rata di isi dengan baik menggunakan sistem pengisian kembali persediaan yang melegenda.

Wal-mart menjadi pemimpin bisnis enceran di amerika serikat, karena sistem pengisian kembali persediaan yang sangat cepat, Wal-Mart tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk menjaga persediaan yang besar pada gudangnya sendiri. Sistem juga memungkinkan wal-mart menyesuaikan pembelian barang toko untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Diferensiasi Produk

Gunakan sistem informasi untuk memungkinkan produk dan jas baru, atau mengubah kenyamanan pelanggan dalam menggunakan produk dan jasa anda yang telah ada. Sebagai contoh, Google terus memperkenalkan jasa pencarian yang baru dan unit pada situs Webnya, seperti Google Maps. Dengan membeli PayPal, sistem pembayaran elektronik, pada tahun 2003, eBay membuat pelanggan lebih mudah untuk membayar penjualan dan mengembangkan penggunaan pasar lelangnya.

Berfokus Pada Peluang Pasar

Gunakan sistem informasi untuk memungkinkan fokus pasr khusus, dan layani pasar sasaran sempit ini lebih baik dari pesaing. Sistem informasi mendukung strategi ini dengan memproduksi dan menganalisis data untuk penjualan dan tekni pemasaran yang baik. Sistem informasi memungkinkan perusahaan menganalisis pola pembelian pelanggan, selera, dan preferensi dengan cukup dekat sehingga dapat menaikkan kampanye periklanan dan pemasaran dengan efisienkepada pasar sasaran yang lebih kecil.

3. 3. 3 Dampak Internet Pada Keunggulan Kompetitif

   Karena internet, daya kompetitif tradisional masih bekerja, tetapi pesaingan kompetitif menjadi semakin ketat (Porter, 201). Tetapi, berlawanan dengan penilaian negatif Porter, Internet juga menciptakan kesempatan baru untuk membangun merek dan membangun dasar pelanggan yang sangat besar dan setia yang bersedia membayar premium terhadap merk tersebut, contohnya Yahoo!, eBay, BlueNile, Red Envelope, Overstock.com, Amazon.com, Google, dan masih banyak lagi. Dan juga, bersamaan dengan seluruh inisiatif bisnis yang dimungkinkan oleh TI, beberapa perusahaan jauh lebih baik dalam menggunakan Internet dibandingkan perusahaan lainnya, yang menciptakan kesempatan strategis baru untuk perusahaan yang berhasil.

3. 3. 4 Model Rantai Nilai Bisnis

Model rantai nilai menyoroti kegiatan tertentu dalam bisnis, dimana strategi kompetitif dan sistem informasi memiliki pengaruh yang kuat. Model ini memandang perusahaan sebagai serangkaian aktivitas utama dan pendukung yang menambahkan nilai pada barang dan jasa perusahaan. Aktivitas utama terkait secara langsung dengan produksi dan distribusi, sementara aktivitas pendukung, memungkinkan pengiriman aktivitas utama. Rantai nilai perusahaan terhubung ke rantai nilai pemasok, distributor, dan pelanggannya. Rantai nilai terdiri atas sistem informasi yang meningkatkan kompetisi pada tingkat industri dengan mempromosikan penggunaan standar dan konsorsium industri, dan dengan membuat bisnis dapat bekerja lebih efisien dengan mitra nilainya.  

3. 4. Menggunakan Sistem Untuk Keunggulan Kompetitif: Permasalahan Manajemen

Sistem informasi strategis sering mengubah organisasi sebagaimana produk, pelayanan, dan prosedur operasinya, mendorong organisasi menuju pola perilaku baru. Berhasil menggunakan sistem informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif merupakan hal yang menantang dan membutuhkan koordinasi yang tepat atas teknologi, organisasi, dan manajemen. Namun, tidak semua sistem informasi strategis itu menguntungkan, dan bisa jadi sangat mahal untuk dibangun. Banyak sistem informasi strategis yang dengan mudah dapat ditiru perusahaan lain sehingga keunggulan strategis tidak selalu dapat dipertahankan.Dalam hal ini, analisis sistem strategis diperlukan dan sangat membantu perusahaan.

Menggunakan Teknologi informasi untuk keunggulan kompetitif

Sistem fisik perusahaan merupakan suatu sistem terbuka, dimana perusahaan tersebut berhadapan dengan lingkungannya. Lingkungan dapat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Kita dapat mengidentifikasikan delapan unsur utama yang terdapat di dalam lingkungan seluruh perusahaan. Unsur-unsur lingkungan ini adalah organisasi dan individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung atas perusahaan. Unsur-unsur tersebut, seperti Pemasok (supplier), atau yang disebut juga vendor, pelanggan (customer), Serikat pekerja (labor union), Komunitas keuangan (financial community), Pemegang saham dan peroilik (stockholders and owners), Pesaing (competitor), Pemerintah (government) dan Komunitas global (global community) Kedelapan unsur ini terdapat di dalam suatu sistem yang lebih besar yang disebut masyarakat (society).

Perusahaan terhubung dengan unsur-unsur lingkungannya melalui aliran sumber daya lingkungan (environmental resource flows). Aliran-aliran yang umum terjadi meliputi aliran informasi dari pelanggan, aliran bahan baku kepada pelanggan, aliran uang kepada pemegang saham, dan aliran bahan baku dari pemasok. Aliran yang lebih jarang terjadi meliputi aliran uang dari pemerintah (seperti untuk penelitian), aliran bahan baku kepada pemasok (pengembalian barang dagangan), dan aliran pegawai kepada pesaing (karyawan yang "dibajak" oleh perusahaan lain). Tidak semua aliran sumber daya terjadi di antara perusahaan dan seluruh unsur lingkungannya. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan seluruh unsur adalah informasi, dan perusahaan berusaha untuk menjadikan hubungan informasi dengan pesaing sebagai suatu aliran satu arah.

Mengelola Aliran Sumber Daya Fisik-Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)

Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasok kepada perusahaan dan selanjutnya kepada pelanggan disebut sebagai rantai pasokan (supply chain). Aliran sumber daya melalui rantai pasokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efisien; proses ini disebut sebagai manajemen rantai pasokan (supply chain management). Manajemen rantai pasokan terdiri atas aktivitas-aktivitas berikut ini:

��� Meramalkan permintaan pelanggan

��� Membuat jadwal produksi

��� Menyiapkan jaringan transportasi

��� Memesan persediaan pengganti dari para pemasok

��� Menerima persediaan dari pemasok

��� Mengelola persediaan-bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi

��� Melakukan produksi

��� Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan

��� Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan

Sistem informasi perusahaan dapat digunakan dalam melaksanakan tiap-tiap aktivitas seperti di atas.

Manajemen Rantai Pasokan dan Sistem Perencanaan Sumber Daya Usaha

Manajemen rantai pasokan hanya salah satu aspek dari sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning-ERP), namun memainkan peranan yang sangat penting dalam operasi. Penggunaan sistem ERP dari vendor yang sarna (SAP, Oracle, atau produk lainnya) oleh para anggota di dalam rantai pasokan akan membantu memfasilitasi aliran informasi rantai pasokan. Akan tetapi, biaya suatu sistem ERP dapat menjadi sangat tinggi, dan mungkin tidak semua anggota di dalam rantai pasokan ingin membeli peranti lunak ERP. Ketika salah satu anggota dari suatu rantai pasokan memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar di atas anggota yang lain, misalnya yang dimiliki oleh pengecer besar terhadap para pemasoknya, maka anggota yang lebih kuat akan dapat memberikan tekanan pada anggota yang lain untuk menggunakan peranti lunak ERP yang sarna. Dalam hal ini, perpindahan data dari satu anggota ke anggota yang lain akan terfasilitasi dan semua anggota akan dapat meraih keuntungan, tetapi anggota terkuat dari rantai pasokanlah yang biasanya akan menerima keuntungan terbesar.

Keunggulan Kompetitif

Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Mereka dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmen-segmen pasar tertentu.

Satu hal yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar. Sumber daya virtual sekaligus juga fisik digunakan para manajer perusahaan dalam memenuhi tujuan-tujuan strategis perusahaan.

Rantai Nilai Porter

Menurut Profesor Harvard, Michael E. Porter sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai (value chain) yang terdiri atas aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada margin. Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknya, seperti yang diterima oleh pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin adalah tujuan dari rantai .nilai.

Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagai aktivitas nilai (value activities). Aktivitas nilai terdiri atas dua jenis: utama dan pendukung. Aktivitas nilai utama (primary value activities) meliputi logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, logistik output yang memindahkan baning kepada pelanggan, operasi pemasaran dan penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktivitas-aktivitas jasa yang menjaga hubungan pelanggan. yang baik setelah penjualan. Aktivitas nilai utama ini mengelola illiran sumber daya fisik di sepanjang perusahaan. Aktivitas nilai pendukung (support value activities) mencakup infrastruktur perusahaan-bentuk organisasi yang secara umum akan memenganlhi seluruh aktivitas utama.

Selain itu, tiga aktivitas akan memengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam bentuk terkombinasi yaitu manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (atau pembelian). Masing-��masing aktivitas nilai, baik utama maupun pendukung, akan mengandung tiga unsur penting: input yang dibeli, sumber daya manusia, dan teknologi. Setiap aktivitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Sebagai contoh, spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perusahaan.

Memperluas Ruang Lingkup Rantai Nilai

Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan mengaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain; kaitan seperti ini dapat menghasilkan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system-IOS). Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partners); mereka bekerja bersama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika masing-masing bekerja send irian.

Sebuah perusahaan dapat mengaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya dengan mengimplementasikan sistem yang membuat sumber daya input tersedia bila dibutuhkan. Salah satu contoh adalah kesepakatan just-in-time (JIT) dengan pemasok untuk mengirimkan bahan baku sehingga bahan baku akan tiba beberapa jam sebelum digunakan di dalam proses produksi. JIT akan membantu meminimalkan biaya penyimpanan bahan baku. Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan rantai nilai para anggota jalur distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem nilai (value system). Salah satu contoh adalah sebuah maskapai penerbangan yang memungkinkan agen-agen perjalanan sekaligus pelanggan-pelanggan individu mengakses sistem pemesanan terkomputerisasi 'maskapai penerbangan tersebut untuk melakukan pemesanan penerbangan.

Ketika para pembeli produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan juga dapat dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan tlan para anggota distribusinya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan produsen farmasi dapat melampirkan label harga pengecer kepada produk��produk,nya sebelum pengiriman, sehingga dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan p'engecer nantinya. Ketika pembeli adalah pelanggan individu, mereka dapat menggunakan komputer mereka untuk masuk ke dalam situs Web perusahaan untuk mendapatkan informasi dan melakukan pembelian. Karena setiap aktivitas nilai mencakup komponen informasional, mengelola sumber daya informasi sebuah perusahaan adalah langkah penting dalam meraih keunggulan kompetitif.

Dimensi-Dimensi Keunggulan Kompetitif

Keunggulan Strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan suatu keunggulan strategis. Sebagai contoh, sebuah perusah~an dapat memutuskan untuk mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat penghubung browser Web) guna kemungkinan berbagi dengan sekutu-sekutu bisnis dan pelanggannya. Basis data yang terstandardisasi dan dapat diakses melalui browser Web mencerminkan pergeseran posisi perusahaan secara strategis.  

Strategi ini dapat menyebabkan operasi perusahaan akan dipengaruhi oleh beberapa cara secara fundamental. Pertama, akses yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui peranti lunak komputer buatan perusahaan sendiri, sehingga perubahan tersebut akan menyebabkan perusahaan harus mempertimbangkan untuk membeli peranti lunak pelaporan standar dari vendor luar atau mempekerjakan perusahaan luar untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem pelaporan baru. Mobilitas akses laporan juga akan ikut terpengaruh, karena para pengguna tidak lagi membutuhkan akses langsung ke sumber daya komputer perusahaan; setiap sambungan ke Internet akan memungkinkan pengguna menggunakan sebuah browser Web untuk mengakses laporan dari hampir seluruh tempat di manapun di dunia ini. Dalam semangat yang sama, para pemasok dan pelanggan potensial di manapun di seluruh dunia akan memiliki potensi akses atas tingkat persediaan bahan baku dan barang jadi perusahaan, sehingga. akan mempercepat transaksi pembelian dan penjualan perusahaan.

Keamanan juga tidak dapat diabaikan dalam contoh terjadinya perubahan sistem informasi secara strategis ini. Dengan semakin besarnya keuntungan yang terkait dengan akses Web kepada informasi perusahaan maka tingkat bahayanya pun akan semakin besar pula. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategi yang menyadari arti penting dari keamanan.

Keunggulan Taktis Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Dalam contoh kita, layanan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menawarkan kepada pelanggan akses langsung ke informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan pelanggan, karena kepuasan pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian. Keputusan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia bagi para pelanggan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan mengembangkan suatu system informasi taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga akan meningkatkan profitabilitas.

Keunggulan Operasional Keunggulan operasional (operational advantage) adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses.

Suatu situs Web yang "mengingat" pelanggan dan preferensi mereka dari transaksi-transaksi masa lalu akan mencerminkan suatu keunggulan operasional. Browser sering memiliki cookies, file-file kecil berisi informasi yang terdapat di dalam komputer pengguna, yang dapat menyimpan nomor akun, kata sandi, dan informasi lain yang berhubungan dengan transaksi pengguna. Ini merupakan kemudahan yang berharga bagi pelanggan, dan juga memberikan keuntungan langsung kepada perusahaan. Benar jika dikatakan bahwa para pelanggan yang menggunakan Web untuk menempatkan pembelian mereka akan menghemat beban perusahaan membayar seorang juru tulis untuk memasukkan data, tetapi ini hanyalah keuntungan yang bersifat minor saja.

Data yang dimasukkan oleh pengguna kemungkinan besar akan lebih akurat. Karena data tidak dikomunikasikan secara lisan kepada orang lain, maka tidak akan terjadi kesalahpahaman di dalam komunikasi. Ketika informasi (nama, alamat, dan seterusnya) dapat diambil dari catatan sebelumnya, data tersebut bahkan akan memiliki kemungkinan keakurasian yang lebih besar lagi. Perhitungkan pula rasa memiliki atas data yang dimasukkan oleh pengguna. Jika data tidak akurat, pengguna tidak akan menyalahkan . perusahaan. Karena berbagai alas an operasional, akses Web ke sistem informasi perusahaan akan dapat meningkatkan hubungan dengan pelanggan.

Tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

Manajemen Pengetahuan

Sumber Daya Informasi  sebuah perushaan terdiri dari :

��� Peranti lunak dan keras komputer

��� Spesialis informasi

��� Pengguna

��� Fasilitas

��� Database

��� informasi

Ketika manajer memutuskan untuk menggunakan informasi gun a mencapai keunggulan kompetitif, mereka harus' mengelola sumber daya ini agar dapat meraih hasil yang diinginkan. Informasi, sarna seperti sumber daya lainnya, memerlukan manajemen. Para manajer memastikan bahwa data mentah yang'dikumpulkan telah dikumpulkan dan kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat. Manajer kemudian memastikan bahwa individu-individu yang .tepat akan menerima informasi dalam bentuk yang tepat dan pada waktu yang tepat sehingga ia dapat dipergunakan., Terakhir, manajeran membuang informasi yang telah melewati masa manfaatnya dan menggantinya dengan informasi terbaru dan akurat. Semua aktivitas ini-mengaku'isisi data, memproses data menjadi informasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi dengan cara yang paling efektif, dan menghapus informasi pada waktu yang tepat-disebut manajemen pengetahuan (knowledge management).

Sifat Manajemen Pengetahuan yang Berubah-ubah

Manajemen pengetahuan pada awalnya berfokus pada sistem pemrosesan transaksi yang akan memproses pesanan pelanggan, membuat catatan persediaan, menghitung jumlah gaji, dan tugas-tugas lain yang serupa., Karenanya, sistem informasi dianggap memiliki "tingkat rendah" karena berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan kepada organisasi di "tingkat rendah���. Kini, organisasi mengakui bahwa sistem informasi mengumpulkan pengetahuan yang terdapat di dalam suatu organisasi, dan organisasi harus mengelola pengetahuan tersebut.

Sistem Informasi Warisan Mereka yang mengelola dan mengendalikan informasi di dalam sebuah perusahaan modern harus menyadari keterbatasan dari teknologi-teknologi lampau. Sistem informasi awal serta peranti lunak dan keras yang tidak sesuai atau hanya sesuai secara parsial dengan teknologi informasi terkini disebut sebagai sistem warisan (legacy systems). Meskipun data yang dikumpulkan oleh sistem warisan terutama memproduksi informasi historis, informasi tersebut masih dianggap berharga.

Kebanyakan data warisan dapat diubah dan dipergunakan oleh teknologi-teknologi baru. Teks dan angka yang sering kali menyusun file-file warisan dapat diimpor ke dalam basis data modern. Pengambilan data dapat mengharuskan nilai-nilai data yang lama diperbarui menjadi nilai-nilai baru. Sebagai contoh, r.omor-nomor produk yang sudah tidak terpakai dapat diganti dengan nomor-nomor yang berlaku saat ini. Langkah-langkah lainnya mungkin perlu untuk dilakukan untuk menggabungkan data teks dan numerik ' ke dalam basis data sekarang. Perusahaan mengambil keputusan mengenai jumlah data warisan yang akan diambil berdasarkan perkiraan mereka atas tambahan keuntungan yang dapat direalisasikan dari data warisan.

Satu masalah dalam mengubah data warisan adalah bahwa data seperti ini bisa jadi tidak tersedia dalam format digital. Beberapa data warisan dapat hanya tersedia dalam bentuk cetakan kertas. Data seperti ini masih tetap dapat diambil sebagai gambar.

Manajemen Gambar Foto-foto digital dari cetakan dapat disimpan sebagai file-file komputer yang darat dijadikan referensi oleh sistem informasi perusahaan saat ini. Terdapat peranti lunak komputer khusus yang akan menerjemahkan gambar data teks dan numerik menjadi sebuah file pengolah kata. Tingkat akurasi terjemahan sistem peranti lunak ini .tergantung pada beberapa faktor, namun biasanya berada di kisaran antara 80 hingga 95 persen. Perusahaan harus memutuskan apakah beban untuk mencapai tingkat akurasi 100 persen akan melebihi manfaatnya. Mencapai tingkat akurasi 100 persen akan melibatkan penggunaan pegawai untuk membaca dan memverifikasi hasil terjemahan yang dibuat oleh peranti lunak.

Peranan gambar telah meluas dengan munculnya situs-situs Web. Situs Web yang efektif akan sangat visual-foto logo perusahaan, produk, karyawan, dan gambar��. gambar lain akan dapat membantu pengguna menavigasi situs Web tersebut. Manajemen gambar akan meningkat seiring dengan berkembangnya jumlah gambar; gambar-gambar membutuhkan ruang penyimpanan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan data teks dan numerik. Perusahaan mungkin akan membutuhkan format gambar yang konsisten sehingga seluruh aplikasi di dalam perusahaan terse but dapat memanfaatkan gambar.

Seluruh aktivitas manajemen pengetahuan sebuah perusahaan di atas dapat dilaksanakan di dalam ruang lingkup suatu rencana strategis yang dirancang secara khusus untuk sumber daya informasi.

Perencanaan Strategis Untuk Sumber Daya Informasi

Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas para profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi (information services-IS), dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden. Praktik yang diterima dewasa ini adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area bisnis utama dan memasukkan manajer puncaknya di dalam kelompok eksekutif senior, seperti komite eksekutif, yang melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting bagi perusahaan.

Chief Information Officer Dan Chief  Technologi Officer

Istilah CEO, untuk "chief executive officer:' pertama kali dicantumkan dalam kosakata bisnis untuk menunjukkan seseorang (presiden atau ketua dewan direksi) yang memiliki pengaruh terbesar dalam mengarahkan perusahaan. Istilah-istilah seperti CFO, untuk��� "chief financial officer:' dan COO, untuk "chief operating officer:' kemudian juga ikut dibuat. Terminologi yang serupa juga diciptakan untuk manajer layanan informasi. Pertama, istilah CIO, untuk "chief information officer:' digunakan; lalu belakangan ini, istilah CTO, untuk "chief technology officer:' mulai muncuL Istilah – istilah ini menggambarkan peranan penting yang seharusnya dimainkan oleh manajer puncak layanan informasi. Chief information officer (CIO) atau chief technology officer (CTO) adalah manajer cj.engan tingkat tertinggi di layanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerialnya dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lainnya. .

CIO atau CTO dapat memosisikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini:

��� Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari pula bisnisnya, bukan hanya teknologinya saja.

��� Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini-jangan menunggu untuk diundang.

��� Fokus pada perbaikan proses bisnis.

��� Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis.

��� Membangun kredibilitas dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.

��� Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidarig IS.

��� Mulai sekarang, di dalam buku kita akan mempergunakan istilah CIa ketika menjelaskan manajer tingkat tertinggi dari layanan informasi.

Perencanaan strategis Bagi Perusahaan

Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas pereneanaan strategis bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat yang paling minimum, komite eksekutif terdiri atas presiden dan wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan reneana bisnis strategis organisasi.

Setelah reneana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaannya sepanjang tahun dan, jika dibutuhkan, mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, reneana dapat dimodifikasi untuk meneerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil inisiatif pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran perusahaan akan tercapai.

Rencana Strategis Area Bisnis

Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada pereneanaan strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk mengembangkan reneana strategisnya sendiri. Reneana area bisnis ini akan merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha meneapai sasaran strategisnya.

Salah satu pendekatan pada pereneanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi, pendekatan seperti ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akarn dapat bekerja sarna dengan baik. Hal menunjukkan bagaimana berbagai area bisnis hendaknya bekerja sarna di dalam proses pereneanaan strategis mereka.

Selama beberapa tahun terakhir, unit IS mungkin telah mendedikasikan sebagian besar perhatian.mereka pada pereneanaan strategis daripada kebanyakan area bisnis yang lain. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini adalah pereneanaan strategis untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resources-SPIR).

Pendekatan SPIR Perencanaan strategis untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resources-SPIR) adalah pengembangan reneana strategis seeara paralel bagi layanan informasi danperusahaan sehingga reneana perusahaan akan meneerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi. Rencana IS akan meneerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang.

Kandungan Inti Rencana Strategis Sumber Daya Informasi

Organisasi yang berbeda akan menciptakan rencana-rencana strategis sumber daya informasi yang berbeda pula, namun seharusnya terdapat dua topik inti yang hendaknya terdapat di setiap rencana. Sasaran yang akan dicapai oleh setiapkategori sistem sepanjang periode waktu yang dicakup oleh rencana. Sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut.

Strategi Teknologi Informasi / Sistem Informasi Ward & Pepperd (2002)

Strategi information Technology (IT) / Information System (IS) adalah salah satu yang membuat kontribusi terhadap nilai bisnis. Untuk melakukan hal ini ada kebutuhan menjadi keselarasan antara strategi bisnis dan IS / strategi TI. Manajer IS / IT harus memahami lingkungan eksternal (persaingan, pelanggan, pemasok), dan mempengaruhi ini memiliki pada organisasi. Mengembangkan pengetahuan tentang bisnis penting karena selain itu hanya akan dilihat dari perspektif / IT IS, dan ini akan membatasi implikasi dari setiap strategi dari yang ditentukan. strategi bisnis harus berbentuk pada ini informasi, sementara juga didorong oleh informasi dari IS / IT. Dalam tandem IS / strategi TI perlu mengembangkan dari strategi bisnis. Dari sana manajer harus mengevaluasi informasi apa, sistem dan teknologi yang diperlukan untuk memungkinkan pengiriman strategi.

Oleh karena itu berkaitan dengan menyelaraskan sistem informasi dan untuk mendukung kebutuhan bisnis, dan mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang kompetitif untuk SI / TI. Hal ini didasarkan pada strategi bisnis dan menganggap dampak kompetitif IS / IT, dengan mengidentifikasi investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, menjelajahi apa manfaat kehendak diproduksi, dan jika ada perubahan harus dilakukan untuk membuatnya sesuai sistem saat ini. Ini adalah bagaimana permintaan organisasi untuk informasi dan sistem didukung oleh teknologi. Hal ini dipahami oleh penyediaan kemampuan IT, sumber daya dan jasa.

Konsekuensi dari tidak memiliki strategi IS / IT mungkin termasuk:

��� Membuat investasi yang tidak mendukung tujuan bisnis

��� Tidak memiliki integrasi, mengakibatkan duplikasi usaha

��� informasi manajemen yang buruk, yang tidak konsisten dan / atau lambat

��� Mis-pemahaman tujuan di seluruh pengguna dan IS / spesialis IT

��� Ad-hoc pembangunan kembali sistem yang tidak memenuhi tujuan asli mereka

��� keuntungan bisnis Potensi dari IS / IT tidak diidentifikasi dan dieksploitasi

��� Strategi yang dikenakan risiko bisnis

Strategi Outsourcing IT / IS

Beberapa organisasi dapat memilih untuk melakukan outsourcing beberapa atau semua mereka IS / penyediaan IT. Perawatan harus diambil jika mengikuti cara ini sebagai:

��� Hal ini dapat menyebabkan kurangnya pengetahuan, terutama jika perubahan penyedia outsourcing

��� Mungkin tidak fleksibel jika dikontrak untuk melakukan satu hal dan kemudian ingin membuat perubahan

��� Berikut keputusan strategis:

��� Dapat menurunkan kapasitas inovatif karena kesempatan yang hilang

��� budaya dan nilai-nilai organisasi dan agen outsourcing yang berbeda-beda

��� Gain IS pengetahuan / IT, tetapi telah difficultly mengintegrasikan dengan sistem.

Meskipun dapat menyebabkan keuntungan seperti:

��� Akses ke pengetahuan khusus, yang akan membawa tahun bagi karyawan untuk belajar

��� Penghematan biaya, tidak hanya staf tetapi akses ke teknologi terbaru

��� Hasil lebih cepat, terutama jika mereka berada di bawah tekanan untuk memenuhi tenggat waktu kontrak

��� IS / IT dapat berfluktuasi dalam permintaan, karena itu hanya memiliki Outsourcing ketika Anda membutuhkannya

��� Menggunakan beberapa vendor untuk outsourcing dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaat, namun meningkatkan waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengelola mereka semua.

Kerangka Perencanaan Strategis Ward Dan Peppard

INPUT

Ward dan Peppard (2002) memberikan analisis mendalam dari perencanaan strategis. Mereka mengusulkan Perumusan Strategi dan Perencanaan Kerangka IT. Model, sebagai ditunjukkan pada Gambar W13.3.1, terdiri dari tiga blok bangunan-input, output, dan kegiatan penting.

Input ke Ward dan Peppard ini kerangka perencanaan strategis adalah sebagai berikut:

��� Lingkungan bisnis internal: strategi bisnis saat ini, tujuan, sumber daya, proses, dan budaya dan nilai-nilai bisnis.

��� Lingkungan bisnis eksternal: yang cli- ekonomi, industri, dan kompetitif

jodoh di mana organisasi beroperasi.

��� Internal lingkungan TI: perspektif IT saat ini dalam bisnis, jatuh tempo, cakupan bisnis, dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi (Misalnya, pengurangan biaya),  keterampilan, sumber daya, dan infrastruktur teknologi.  Aplikasi portofolio saat ini sistem yang ada dan sistem dalam pengembangan, atau dianggarkan tetapi belum berlangsung, juga merupakan bagian dari lingkungan TI internal.

��� Lingkungan Eksternal TI: tren teknologi dan peluang dan penggunaan terbuat dari IT oleh orang lain, terutama pelanggan, pesaing, dan pemasok.

HASIL

PENDEKATAN

Output untuk Ward dan Peppard ini kerangka perencanaan strategis adalah:

��� Strategi Manajemen TI: elemen umum dari strategi yang berlaku seluruh organisasi, memastikan kebijakan yang konsisten di mana diperlukan. Bisnis IS strategi: bagaimana setiap unit atau fungsi akan mengerahkan IT dalam mencapai nya tujuan bisnis.

��� Aplikasi Portofolio. Di samping setiap tujuan bisnis aplikasi portofolio yang akan dikembangkan untuk unit bisnis dan model bisnis, menggambarkan arsitektur informasi dari masing-masing unit. Portofolio dapat mencakup bagaimana TI akan digunakan beberapa waktu ke depan untuk membantu unit mencapai tujuan mereka.

��� Strategi TI: kebijakan dan strategi pengelolaan teknologi dan spesialis sumber. Dalam setiap proses strategis, semacam struktur untuk pendekatan dan prinsip-prinsip yang jelas-jelas diperlukan. Ward dan Peppard (2002) telah diringkas karakteristik kunci pendekatan yang dipilih:

��� Fleksibel, modular, dan mampu mengambil kiriman dari kegiatan sebelumnya atau paralel

��� Penekanan pada kiriman

��� Hapus pos pemeriksaan

��� Pengakuan sifat interaktif dan siklik dari proses

��� Pengakuan pentingnya sisi manusia dari proses

��� alat diagram sederhana

Strategi Monitoring Manajemen Informasi Kebijakan Publik

Rochet (2004) mengatakan bahwa diperlukan sistem monitoring manajemen informasi dalam strategi manajemen kebijakan publik dan keagenan. Alur kerangka manajemen informasi dapat dilihat dalam gambar 1- 4 dibawah ini.

 

Jurnal 704 PB

Langkah-langkah Perencanaan Strategis Sistem informasi

Wedhasmara (2009) menyatakan bahwa beberapa teknik/metode analisis yang digunakan dalam perencanaan strategis SI/TI  mencakup analisis SWOT, analisis Five Forces Competitive, analisis Value Chain, metode Critical Succes Factors,  metode Balanced Scorecard, dan McFarlan���s Strategic Grid.

Perencanaan Strategis SI/TI digunakan untuk menyelaraskan antara kebutuhan  strategi bisnis dan strategi SI/TI untuk mendapatkan nilai tambah dari suatu organisasi dari segi keunggulan kompetitif. Tiga sasaran utama dari penerapan SI/TI dalam suatu organisasi adalah (1) memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola informasi, (2) meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan, dan (3) memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis (Ward and Peppard, 2002). Ketiga sasaran itu dapat tercapai secara optimal apabila adanya keselarasan antara strategi SI/TI dengan strategis bisnis organisasi sehingga dapat memberikan arahan terhadap tercapainya suatu tujuan organisasi. Untuk menentukan strategi SI/TI yang mendukung pencapaian visi dan misi organisasi, maka diperlukan pemahaman tentang strategi bisnis organisasi melalui perencanaan strategis SI/TI.

Pemodelan Organisasi Dan Sistem Informasi Untuk Eksekusi Strategi Yang Efektif (Amit Kumar Srivastava ��� Sushil, 2015)

Kaplan dan Norton (1996) mengusulkan perspektif sistem, di mana eksekusi strategi yang tidak efektif lebih sering disebabkan oleh sistem manajemen yang buruk dari kurangnya kompetensi atau upaya manajerial. Noble (1999) menyarankan struktural perspektif, melihat efek dari mekanisme struktural pada pelaksanaan strategi proses dan hasil.

Perspektif yang berbeda menyoroti konstruksi yang berbeda dan variabel terkait

mempengaruhi eksekusi strategi. Kaplan dan Norton (2006) menunjukkan tidak ada yang sempurna solusi struktural untuk memfasilitasi pelaksanaan yang efektif dari strategi. mereka menyarankan menggunakan pendekatan sistem untuk untuk memastikan mencapai pelaksanaan yang efektif. Dengan kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi (TI), organisasi mulai merancang dan menyebarkan sistem IT berbasis untuk meningkatkan kinerja. Organisasi telah berusaha untuk membakukan organisasi serta sistem informasi (IS). Itu membangun "otomatis" mencerminkan perspektif sistem. "Otomatisasi" menunjukkan keselarasan antara sistem untuk membangun mekanisme sistemik untuk mengoperasionalkan strategi proses eksekusi. Sistem ini dapat mencakup, misalnya, rencana dan kinerja manajemen (PPM), monitoring dan kontrol (CMC), analisis, dan basis pengetahuan.

Ada upaya untuk menemukan keterkaitan antara organisasi dan sistem informasi tersebut. Namun, ada kurangnya kerangka untuk menunjukkan hubungan kausal antara

sistem dalam konteks eksekusi strategi. Literatur juga menunjukkan bahwa kurangnya

adalah salah satu alasan yang paling mendasar untuk kegagalan eksekusi (Pascale et al., 1999; Hrebiniak, 2006). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel kunci dari Automate ' dan keterkaitan antara variabel-variabel tersebut. Akhirnya, ia mencoba untuk mengembangkan model "otomatis" untuk eksekusi strategi yang efektif. Liang (1999) menjelaskan bahwa sistem organisasi harus dikaitkan dengan esensi bisnis dan bahwa setiap sistem harus dilihat dalam hubungan dengan orang lain. Namun, telah ada upaya terbatas untuk mengembangkan kerangka kerja yang dapat membantu dalam menilai hubungan dan asosiasi.

Temuan – Dalam konteks pelaksanaan strategi yang efektif, sistem dukungan organisasi memiliki kekuatan yang paling mengemudi mempengaruhi kesesuaian sistem mengotomatisasi lainnya. Di sisi lain, efektif desain dan penyebaran kontrol dan tergantung pada sistem lain sistem monitoring. kontrol dan pemantauan langsung mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan strategi sementara sistem lain mempengaruhi eksekusi

melalui mediasi struktural yang disarankan oleh model yang diusulkan. Keterbatasan penelitian / implikasi. Meskipun penelitian ini mengadopsi beberapa metode penelitian.

SOAL DAN JAWAB BAB 3 STRATEGI, SISTEM INFORMASI DAN ORGANISASI

Pristin Prima Sari (S411508015)

1. Apakah aktivitas value chain dilibatkan dalam penyusunan strategy perusahaan dengan Sistem Informasi Manajemen?

Model Rantai nilai  menyoroti kegiatan khusus dalam bisnis di mana strategi kompetitif dan sistem informasi akan memiliki dampak terbesar. Model pandangan perusahaan sebagai rangkaian primer dan kegiatan pendukung yang menambah nilai produk atau jasa perusahaan. Kegiatan utama secara langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi, sedangkan kegiatan  pendukung membuat pengiriman kegiatan utama mungkin.  Rantai nilai A perusahaan dapat dihubungkan dengan rantai nilai pemasok, distributor, dan pelanggan. Nilai web terdiri dari sistem informasi yang meningkatkan daya saing di tingkat industri dengan mempromosikan penggunaan standar dan industri-lebar konsorsium, dan dengan memungkinkan perusahaan untuk bekerja lebih efisien dengan  mereka mitra nilai.

2. Seberapa banyak keunggulan kompetitif perusahaan dengan adanya penyediaan teknologi informasi untuk strategi bisnis perusahaan?

Perusahaan akan memperoleh banyak manfaat dari adanya penerapan teknologi informasi.  Perusahaan akan memiliki keunggulan kompetitif. Perusahaan dapat menggaet konsumen dan membina hubungan dengan pelanggan dengan cepat adanya teknologi informasi. Perusahaan dapat menggunakan customer relationship manajemen (CRM)  berbasis web, database  pelanggan  dengan  kartu  member, just in time pada rantai pasokan, dan penerapan decision support system untuk pengambilan keputusan manajemen perusahaan. Strategi bisnis perusahaan baik differensiasi, low cost, focus  maupun  kombinasi dapat diterapkan dengan mengkomposisikan teknologi informasi sebagai keunggulan perusahaan. Perusahaan memiliki banyak bargaining power terhadap pelanggan, konsumen, pemasok, maupun pendatang baru. Perusahaan memiliki positioning yang lebih dibandingkan pesaing. Teknologi informasi perusahaan dapat mensubstitusikan produk maupun jasa dengan fungsi kebutuhan dan kinerja konsumen.

3. Apakah keuntungan yang didapatkan konsumen adanya strategi teknologi informasi  di dalam perusahaan?

Konsumen dapat memperoleh banyak keuntungan adanya penerapan teknologi informasi di perusahaan. Konsumen mendapatkan layanan dengan cepat, konsumen mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah, konsumen dapat melakukan transaksi bisnis ke seluruh negara di dunia dengan adanya penerapan teknologi informasi digital di perusahaan.

4. Bagaimana perubahan lingkungan bisnis dapat mempengaruhi strategi dalam teknologi informasi?   

Menerapkan  sistem  strategis sering membutuhkan perubahan organisasi yang luas dan transisi dari satu tingkat sosioteknikal yang lain. Perubahan seperti ini disebut transisi strategis dan sering sulit dan menyakitkan untuk pencapaian. Selain itu, tidak semua sistem strategis yang menguntungkan, dan mereka bisa mahal untuk membangun. Banyak sistem informasi strategis yang mudah ditiru oleh perusahaan lain sehingga keuntungan strategis dapat berkelanjutan.

5. Bagaimana cara memilih strategi  sistem informasi yang tepat bagi perusahaan?

Perusahaan dapat menerapkan strategi sistem informasi berdasarkan strategi yang diterapkan perusahaan dan core competencies yang dimiliki perusahaan. Selain itu, juga dipertimbangkan tujuan perusahaan dan jaringan yang dimiliki perusahaan sehingga dapat diketahui kesesuaian strategi sistem informasi yang digunakan perusahaan.

6. Manakah sistem informasi yang tepat bagi perusahaan, apakah yang tersistematis atau yang tidak sistematis dalam penerimaan informasi yang akurat bagi perusahaan?  

Sistem informasi perusahaan tersusun secara sistematis, sedangkan strategi perusahaan tersusun tidak sistematis. Hal itu tergantung pengambilan keputusan perusahaan pada level top manajemen secara strategik, level unit bisnis perusahaan secara strategik, dan pada tingkat produk secara taktical, maupun level bawah secara operasional.

7. Bagaimana cara mensinergikan sumber daya yang dimiliki perusahaan dan strategi manajemen untuk membangun sistem informasi manajemen di lingkungan perusahaan?  

Cara perusahaan mensinergikan sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan strategi manajemen dalam membangun sistem informasi adalah penyatuan hubungan keterkaitan antara kebutuhan dan core competencies perusahaan. Selain itu juga bagaimana arah tujuan perusahaan terhadap keunggulan kompetitif yang ingin  dicapai perusahaan. Perusahaan dapat mengkolaborasikan antara sumber daya, core competencies, network, keunggulan kompetitif, tujuan dan rantai nilai untuk memformulasikan strategi teknologi informasi dan penerapannya dengan tepat dan berkelanjutan.

8. Bagaimana Porter���s competitive force model membantu perusahaan mengembangkan strategi kompetitif menggunakan sistem informasi?

Dalam model Porter kompetitif kekuatan, posisi strategis perusahaan, dan strategi, yang ditentukan oleh persaingan dengan pesaing langsung tradisional, tetapi mereka juga sangat dipengaruhi oleh pendatang pasar baru, produk pengganti dan jasa, pemasok, dan pelanggan. Sistem Informasi bantuan perusahaan bersaing dengan mempertahankan biaya rendah, membedakan produk atau jasa, dengan fokus pada niche market, memperkuat hubungan dengan pelanggan dan pemasok, dan meningkatkan hambatan masuk pasar dengan tingkat tinggi keunggulan operasional.

9. Bagaimana sistem informasi membantu bisnis menggunakan sinergi, core competencies, dan network berdasarkan strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif?

Karena perusahaan terdiri dari beberapa unit bisnis, sistem informasi mencapai efisiensi tambahan atau meningkatkan layanan dengan mengikat bersama-sama operasi unit bisnis yang berbeda. sistem informasi bantuan bisnis memanfaatkan kompetensi inti mereka dengan mempromosikan berbagi pengetahuan di seluruh unit bisnis. sistem informasi memfasilitasi model bisnis berbasis pada jaringan besar pengguna atau pelanggan yang mengambil Keuntungan ekonomi jaringan. Sebuah strategi perusahaan maya menggunakan jaringan untuk menghubungkan ke perusahaan lain sehingga perusahaan dapat menggunakan kemampuan perusahaan lain untuk membangun, pasar, dan mendistribusikan produk dan layanan. Dalam ekosistem bisnis, beberapa industri bekerja sama untuk memberikan nilai kepada pelanggan. Informasi sistem mendukung jaringan padat interaksi antara perusahaan yang berpartisipasi.

10. Feature organisasi yang mana yang manajer butuhkan untuk mengetahui untuk membangun dan menggunakan sistem informasi dengan sukses? Apa dampak dari sistem informasi dalam organisasi?

Semua organisasi modern yang hirarkis, khusus, dan tidak memihak, menggunakan rutinitas eksplisit untuk memaksimalkan efisiensi. Semua organisasi memiliki budaya dan politik mereka sendiri yang timbul dari perbedaan kelompok kepentingan, dan mereka dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka. Organisasi berbeda dalam tujuan, kelompok disajikan, peran sosial, gaya kepemimpinan, insentif, jenis tugas yang dilakukan, dan jenis struktur. Fitur-fitur ini membantu menjelaskan perbedaan dalam penggunaan organisasi sistem informasi.

Sistem informasi dan organisasi di mana mereka digunakan berinteraksi dengan dan pengaruh masing-masing lain. Pengenalan sistem informasi baru akan mempengaruhi struktur organisasi, tujuan, pekerjaan desain, nilai-nilai, persaingan antara kelompok-kelompok kepentingan, pengambilan keputusan, dan perilaku sehari-hari. Pada saat yang sama, sistem informasi harus dirancang untuk melayani kebutuhan kelompok organisasi penting dan akan dibentuk oleh struktur organisasi, proses bisnis, tujuan, budaya, politik, dan pengelolaan. Teknologi informasi dapat mengurangi transaksi dan biaya agen, dan perubahan tersebut harus telah ditekankan dalam organisasi yang menggunakan Internet. Sistem baru mengacaukan didirikan pola kerja dan hubungan kekuasaan, sehingga ada resistensi sering cukup untuk mereka ketika mereka diperkenalkan.

Daftar Pustaka

Srivastava, Amit Kumar dan Sushil (2015). Modeling organizational and information systems for effective strategy execution. Journal of Enterprise Information Management , Vol. 28 Iss 4 pp. 556 578.

Rochet, Claude. 2004. Rethinking the management of information in the strategic monitoring of public policies by agencies. Industrial Management & Data Systems; 2004; 104, 3/4; ProQuest pg. 201

Laudon, Kenneth C. and Laudon, Jane Price. Management Information Systems: Managing the Digital Firm, 12th edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall, 2012

Mcleod, Raymond. 2007. Sistem Informasi Manajemen. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat

Hrebiniak, L.G. (2006), ���Obstacles to effective strategy implementation���, Organizational Dynamics, Vol. 35 No. 1, pp. 12-31.

Kaplan, R.S. and Norton, D.P. (1996), ���Using the balanced scorecard as a strategic management system���, Harvard Business Review, Vol. 74 No. 1, pp. 75-85.

Kaplan, R.S. and Norton, D.P. (2006), ���How to Implement New Strategy without disrupting your organization���, Harvard Business Review, March, January, pp. 100-109.

Noble, C.H., (1999), ���The eclectic roots of strategy implementation research���, Journal of Business Research, Vol. 45 No. 2, pp. 119-134.

Pascale, R.T., Milleman, M. and Gioja, L. (1999), ���Surfing the edge of chaos���, Sloan Management Review, Vol. 40 No. 3, pp. 83-94.

Ward, J. and Griffiths, P. 1996. Strategic Planning for Information System 2nd ed. Chicester:

John Wiley & Son.

Ward, John. and Joe Peppard. 2002. Strategic Planning for Information System 3nd ed. England: John Wiley & Sons.

Wedhasmara, Ari. 2009. Langkah-Langkah Perencanaan Strategis Sistem Informasi dengan Menggunakan Metode Ward dan Peppard. Jurnal Sistem Informasi (JSI), VOL. 1, NO. 1, April 2009, hal 14-22 .http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jsi/index

ere…

About this essay:

If you use part of this page in your own work, you need to provide a citation, as follows:

Essay Sauce, Essay 2016 06 10 000BG1. Available from:<https://www.essaysauce.com/sample-essays/essay-2016-06-10-000bg1/> [Accessed 12-04-26].

These Sample essays have been submitted to us by students in order to help you with your studies.

* This essay may have been previously published on EssaySauce.com and/or Essay.uk.com at an earlier date than indicated.