Tujuan utama dari perusahaan adalah meningkatkan sebuah kemakmuran pemilik atau para pemegang saham melalui berbagai peningkatan sebuah nilai perusahaan ‘(salvalote, 2005). Nilai perusahaan sangat penting karena nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti pula dengan tingginya kemakmuran pemegan saham ‘(Bringham and Gapensi, 2006). Semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin tinggi pula harga saham. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi sebuah keinginan semua para pemilik perusahaan, sebab dengan adanya nilai yang tinggi akan menunjukan tingkat kemakmuran pemegang saham
Adapun Tujuan manajemen keuangan yaitu memaksimalkan kekayaan para pemegang saham yang dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengukur nilai objektif oleh publik dan orientasi masa mendatang bagi para investor lokal maupun asing. Setiap perusahaan menginginkan nilai perusahaan tinggi yang tercermin dari harga saham yang memiliki potensi serta menarik minat para investor dengan cara mengelola aset dan modal suatu perusahaan yang bisa dilihat dari kinerja keuangan yang ada. Jika pengelolaan aset dan modal perusahaan dilakukan dengan baik, maka otomatis akan meningkatkan nilai perusahaan.
Silvera and Barros ( 2007) mendefinisikan nilai perusahaan sebagai penghargaan investor terhadap sebuah perusahaan. Nilai tersebut tercermin pada harga saham perusahaan. Nilai perusahaan adalah sebuah persepsi para investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi akan membuat nilai perusahaan tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan. Menurut Sartono (2008), nilai perusahaan adalah sebagai harga yang bersedia dibayar oleh seorang calon investor seandainya suatu perusahaan akan dijual. Nilai perusahaan dapat mencerminkan sebuah nilai asset yang telah dimiliki perusahaan seperti surat-surat berharga.
Manajer harus mampu menghimpun dana yang bersumber dari internal maupun ekstrnal perusahaan secara efesien, dalam arti sebuah keputusan pendanaan tersebut merupakan keputusan pendanaan yang mampu meminimalisasikan sebuah biaya modal (cost of capital) yang ditanggung sebuah perusahaan. Ketika manajer menggunakan hutang, jelas biaya modal yang timbul sebesar bunga yang dibebenkan oleh kreditor, sedangkan apabila seorang menajer menggunakan dana internal akan timbul opportunity cost dari dana atau modal sendiri yang digunakan. pada saat perusahaan akan membuat pertimbangan mengenai komposisi modal yang sangat optimal, dan pertimbangan tersebut akan menghasilkan sebuah keputusan pendanaan.
Nilai persahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi kemakmuran pemegang saham. Kebutuhan akan modal sangat penting dalam menjamin dan membangun dan menjamin kelangsungan perusahaan. Perusahaan harus menentukan beberapa besar modal yang dibutuhkan untuk memenuhi atau membiayai usahanya
Nilai perusahan adalah nilai jual perusahaan atau nilai tumbuh bagi pemegang saham, nilai perusahaan akan tercermin dari berbagai harga pasar sahamnya” ( Andri dan Hanung, 2007:5). Nilai perusahaan merupakan nilai pasar suatu ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang. Dengan demikian, penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan dapat mencerminkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan adalah sebuah nilai jual suatu perusahaan atau merupakan nilai tumbuh bagi sector pemegang saham, nilai perusahaan mencerminkan sebuah harga pasar sahamnya’ ( Andri dan Hanung, 2007 :5).
Nilai perusahaan dapat juga dipenggaruhi oleh price earning ratio, yang rasio dari harga ssebuah saham yang terdapat earnings.Ratio iini juga menunjukan seberapa besar investor menilai harga saham terhadap kelipatan dari earnings ( Jogiyanto, 2010 : 146). Price earning ratiodipilih karena terdapat perbedaan hasil penelitian terdahulu. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Margaretha dan Damayanti (2008), bahwa price earning ratio berpengaruh positif terhadap stock return karena semakin tinggi price earning ratio semakin tinggi juga harga per lembar saham suatu perusahaan. Apabila harga per lembar saham dan tingkat pertumbuhan laba suatu perusahaan meningkat, maka price earning ratio meningkat dan akan meningkatkan pula nilai perusahaan.
Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan variable antara lain price earning ratio (PER) yang merupakan indikasi penilaian pasar modal terhadap keuntungan potensial perusahaan dimasa yang akan datang,dalam perushaan ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Sedangkan menurut Ang (1997: 24), ‘Price Earning Ratio merupakan perbandingan antara harga pasar suatu saham dengan earning per share (EPS) dari saham yangbersangkutan’. Price Earning Ratio merupakan hubungan antara pasar saham dengan earning per sharesaat ini yang digunakan secara luas oleh investor sebagai panduan umum untuk mengukur nilai saham (Garrison, 1998:788).PriceEarning Ratio yang tinggi menunjukkan bahwa investor bersedia untuk membayar dengan harga saham premium untukperusahaan.
Setelah Price earning ratio (PER) nilai perusahan dapat juga dipengaruhi leverage. Leverageadalah suatu alat yang penting dalam pengukuran efektivitas penggunaan utang perusahaan. Dengan menggunakan leverage, perusahaan tidak akan hanya dapat memperoleh keuntungan namun akan juga mendapat mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian, karena leverage keuangan berarti perusahaan membebankan risiko kepada pemegang saham sehingga mempengaruhi return saham (Weston dan Copeland, 1999).
Leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada kreditur atas modal usaha yang dibiayai dengan hutang. Perusahaan yang mempunyai leverage baik bearti memungkinkan suatu perusahaan untuk membayar deviden yang lebih tinggi, hal ini dikarenakan perusahaan tidak terlalu memusingkan pembayaran atas utang yang tidak besar kepada kreditur atau kemungkinan kreditur meminta haknya lebih cepat sehingga mengganggu kestabilan keuangan perusahaan
Konsep leverageini sangat penting bagi investor dalam membuat pertimbangan penilaian saham. Para investor umumnya cenderung menghindari risiko. Risiko yang sering timbul dalam penggunaan financial leverage disebut dengan financial risk yaitu risiko tambahan yang dibebankan kepada pemegang saham sebagai penggunaan utang oleh perusahaan. Semakin tinggi leverage, maka semakin besar risiko keuangannya dan sebaliknya Horne dan Marchowicz (2005).
Elkinawy dan Stater (2007) menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan ( growth) merupakan salah satu yang bisa mempengaruhi nilai perusahaan. Tingkat pertumbuhan perusahaan menunjukan kegiatan investasi yang dilakukan perusahaan. Perusahaan dengan pertumbuhan yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan tersebut sedang berkembang. Jika investasi ini dilakukan dengan tepat maka pertumbuhan perusahaan akan mendatangkan laba dimasa yang akan datang. Hal ini merupakan kabar baik bagi para investor.
Tingkat pertumbuhan ( growth) adalah sebuah peluang dalam menentukan pertumbuhan suatu perusahaan dimasa yang akan datang (Mai, 2006). Perusahaan dengan memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi lebih banyak membutuhkan dana dimasa depan, terutama dana eksternal untuk memenuhi kebutuhan investasinya atau untuk memenuhi kebutuhan untuk membiayai pertumbuhannya dimasa yang akan datang (Indrajaya, Herlina dan Setiadi, 2011). Indrajaya, Didalam suatu perusahaaan kita akan mengetahui seberapa besar pertumbuhan dalam perusahaan.