…BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Profil Objek Penelitian
4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Pendiri Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon adalah Firmansyah Kholis Khuesein sendiri dan berdiri pada tanggal 11 April 2015. Pada awalnya Firmansyah bergerak dalam bidang usaha warnet dan konter handphone seiring dengan berjalannya waktu usaha tersebut tidak lagi menghasilkan keuntungan yang yang menjanjikan, sehingga Firmansyah ingin beralih kebidang usaha lain. Pada akhirnya Firmansyah memutuskan untuk membuka bengkel service motor dengan nama Bengkel 50 Motor karena menurut beliau usaha bengkel service ini akan selalu ramai karena pengguna kendaraan bermotor di Indoensia selalu betambah, ditambah kakak kandung dari Firmansyah merupakan distributor dari penjualan aksesoris motor mulai dari spare part motor dan oli motor sehingga tidak perlu susah payah untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mendapatkan harga yang murah.
Pada awal membuka usaha ini Firmansyah tidak terlalu mengalami kesulitan dalam hal permodalan karena beliau sudah memiliki tabungan sendiri dari penghasilan usaha sebelumnya, dan barang-barang perlengkapan bengkel lainnya kebanyakan disuply oleh kakak kandung nya sendiri sehingga mendapatkan keringan dalam pembayaran. Sedangkan pegawai bengkel nya sendiri didapatkan dari teman-temannya sendiri tidak susah payah mencari kesana kesini untuk mencari pegawai bengkelnya tersebut.
4.2 Pembahasan
4.2.1 Karakteristik Responden
Koesioner yang disebarkan dalam penelitian ini berjumlah 40 untuk responden dengan subjek penelitian adalah konsumen Bengkel 50 Motor dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penghasilan.
4.2.1.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Data responden konsumen Bengkel 50 Motor berdasarkan jenis kelamin terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1
Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentasi
1 Pria 31 77,5%
2 Wanita 9 22,5%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan data Tabel 4.1 menunjukan bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini terdiri dari 31 orang pria atau 77,5% dan 9 orang wanita atau 22,5% dari total responden sebanyak 40 responden.
4.2.1.2 Profil Responden Berdasarkan Usia
Data responden konsumen Bengkel 50 Motor berdasarkan usia terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.2
Profil Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Responden Presentasi
1 < 25 Tahun 22 55%
2 25 ‘ 35 Tahun 10 25%
3 36 ‘ 45 Tahun 8 20%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan data Tabel 4.2 menunjukan bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini terdiri dari 22 orang yang usianya <25 tahun atau 55%, 10 orang yang usianya antara 25-35 tahun atau 25% dan 8 orang yang usianya antara 36-45 tahun atau 20% dari responden yang berjumlah 40 responden.
4.2.1.3 Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan
Data responden konsumen Bengkel 50 Motor berdasarkan pekerjaan terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.3
Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah Responden Presentasi
1 Swasta 20 50%
2 Wirausaha 9 22,5%
3 PNS 11 27,5%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan data Tabel 4.3 menunjukan bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini terdiri dari 20 orang pekerja swasta atau 50%, 9 orang pekerja wiraswasra atau 22,5% dan 11 orang pekerja PNS atau 27,5% dari total responden yang berjumlah 40 responden.
4.2.1.4 Profil Responden Berdasarkan Penghasilan
Data responden konsumen Bengkel 50 Motor berdasarkan penghasilan terlihat pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.4
Profil Responden Berdasarkan Penghasilan
No Penghasilan Jumlah Responden Presentasi
1 < Rp. 1.500.000 12 30%
2 Rp. 1.500.000 ‘ Rp. 2.500.000 18 45%
3 > Rp. 2.500.000 10 25%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan data Tabel 4.4 menunjukan bahwa responden yang menjadi objek penelitian ini terdiri dari 12 orang berpenghasilan <Rp. 1.500.000 atau 30%, 18 orang berpenghasilan antara Rp. 1.500.000 ‘ Rp. 2.500.000 atau 45% dan 10 orang berpenghasilan >Rp. 2.500.000 atau 25% dari total responden yang berjumlah 40 responden.
4.3 Uji Instrumental
4.3.1 Uji Validitas
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.
Kriteria uji validitas ini adalah sebagai berikut:
1. Jika rhitung>rtabel, maka pernyataan tersebut valid
2. Jika rhitung<rtabel, maka perbyataan tersebut tidak valid
Dimana untuk df = n-2 = 40-2 = 38 dan ” = 5%, berdasarkan tabel koefesien korelasi r product moment maka diperoleh rtabel = 0,312.
4.3.1.1 Uji Validitas Harga
Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 21.0 for windows diperoleh:
Tabel 4.5
Uji Validitas Variabel Harga
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
P1X1 7.25 3.218 .568 .322 .593
P2X1 7.33 2.943 .519 .275 .645
P3X1 7.18 2.917 .522 .279 .642
Sumber: data SPSS 21.0 for window
Dari output di atas terlihat bahwa pada kolom Corrected Item Total Correlation diperoleh uji validitas instrument pernyataan variabel harga tersaji pada table sebagai beriku:
Tabel 4.6
Hasil Validitas Instrumen Variabel Instrumen Harga
No Pertanyaan r Hitung R Tabel Keterangan
1 0,568 0,312 VALID
2 0,519 0,312 VALID
3 0,522 0,312 VALID
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh untuk setiap pernyataan nilai rhitung > rtabel sehingga semua pernyataan untuk variabel harga (X1) adalah valid.
4.3.1.2 Uji Validitas Kualitas Pelayanan
Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 21.0 for Windows diperoleh:
Tabel 4.7
Uji Validitas Variabel Kualitas Pelayanan
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
P1X2 29.53 17.743 .470 .411 .733
P2X2 29.53 18.102 .413 .275 .741
P3X2 29.73 17.435 .478 .309 .731
P4X2 29.60 18.605 .377 .289 .746
P5X2 29.50 18.513 .440 .411 .739
P6X2 30.30 14.779 .539 .363 .723
P7X2 30.35 16.233 .429 .243 .743
P8X2 29.45 18.767 .339 .187 .751
P9X2 29.63 17.574 .543 .480 .724
Sumber: data SPSS 21.0 for window
Dari output di atas terlihat bahwa pada kolom Corrected Item Total Correlation diperoleh uji validitas instrument pernyataan variabel kualitas pelayanan tersaji pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Validitas Instrumen Variabel Instrumen Kualitas Pelayanan
No Pertanyaan r Hitung R Tabel Keterangan
1 0.470 0,312 VALID
2 0.413 0,312 VALID
3 0.478 0,312 VALID
4 0.377 0,312 VALID
5 0.440 0,312 VALID
6 0.539 0,312 VALID
7 0.429 0,312 VALID
8 0.339 0,312 VALID
9 0.543 0,312 VALID
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh untuk setiap pernyataan nilai rhitung > rtabel sehingga semua pernyataan untuk variabel kualitas pelayanan (X2) adalah valid.
4.3.1.3 Uji Validitas Kepuasan Konsumen
Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 21.0 for windows diperoleh:
Tabel 4.9
Uji Validitas Variabel Kepuasan Konsumen
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
P1Y 35.38 16.548 .419 .307 .712
P2Y 35.75 16.500 .370 .319 .721
P3Y 35.20 16.421 .497 .458 .700
P4Y 35.33 17.097 .475 .345 .706
P5Y 34.95 16.972 .393 .361 .716
P6Y 35.33 16.738 .401 .369 .714
P7Y 35.05 17.177 .395 .327 .715
P8Y 34.78 17.922 .371 .284 .720
P9Y 35.23 16.435 .360 .368 .723
P10Y 35.15 17.156 .331 .206 .725
Sumber: data SPSS 21.0 for window
Dari output di atas terlihat bahwa pada kolom Corrected Item Total Correlation diperoleh uji validitas instrument pernyataan variabel kepuasan konsumen tersaji pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.10
Hasil Validitas Instrumen Variabel Instrumen Kepuasan Konsumen
No Pertanyaan r Hitung R Tabel Keterangan
1 0.419 0,312 VALID
2 0.370 0,312 VALID
3 0.497 0,312 VALID
4 0.475 0,312 VALID
5 0.393 0,312 VALID
6 0.401 0,312 VALID
7 0.395 0,312 VALID
8 0.371 0,312 VALID
9 0.360 0,312 VALID
10 0.331 0,312 VALID
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh untuk setiap pernyataan nilai rhitung > rtabel sehingga semua pernyataan untuk variabel kepuasan konsumen (Y) adalah valid.
4.3.2 Uji Reliabilitas
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Alpha Cronbach > 0,60.
4.4.2.1 Reliabilitas Variabel Harga
Hasil penghitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 21.0 For Windows diperoleh:
Tabel 4.11
Hasil Uji Reliabilitas Harga
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items
.715 .718 3
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Dengan melihat hasil perhitungan di atas diperoleh nilai rhitung > 0,60 atau 0,715 > 0,60 sehingga variabel harga (X1) adalah reliabel.
4.4.2.2 Reliabilitas Variabel Kualitas Pelayanan
Hasil penghitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 21.0 for windows diperoleh sebagai berikut:
Tabel 4.12
Hasil Uji Reliabilitas Kualitas Pelayanan
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items
.759 .767 9
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Dengan melihat hasil perhitungan di atas diperoleh nilai rhitung > 0,60 atau 0,759 > 0,60 sehingga variabel kualitas pelayanan (X2) adalah reliabel.
4.4.2.3 Reliabilitas Variabel Kepuasan Konsumen
Hasil penghitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 21.0 for windows diperoleh:
Tabel 4.13
Hasil Uji Reliabilitas Kepuasan Konsumen
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items
.736 .743 10
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Dengan melihat hasil perhitungan di atas diperoleh nilai rhitung > 0,60 atau 0,736 > 0,60 sehingga variabel kepuasan konsumen (Y) adalah reliabel.
4.4 Distribusi Frekuensi
Setelah data-data terkumpul selanjutnya adalah melakukan tabulasi data untuk membuat tingkatan mengenai harga, kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen. Dimana setiap butir pertanyaan yang ditanyakan kepada responden memiliki nilai 1 sampai 5 dengan jumlah responden sebanyak 40 konsumen, yang akan dihitung menggunakan program SPSS 21.0 For Window. Rata-rata tertinggi adalah 5 dan rata-rata terendah adalah 1, untuk lebih jelasnya dikategorikan sebagai berikut :
Tabel 4.14
Rentang Nilai
Rentang Nilai Kriteria
4,01 ‘ 5,00 Sangat Tinggi
3,01 ‘ 4,00 Tinggi
2,01 ‘ 3,00 Sedang
1,01 ‘ 2,00 Rendah
0,01 ‘ 1,00 Sangat Rendah
Adapun rata-rata tertimbang dari harga, kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen dari 40 responden dapat dilihat sebagai berikut :
4.4.1 Distribusi Frekuensi Harga
Tabel 4.15
Distribusi Frekuensi Harga
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
P1X1 40 2 5 3.63 .925
P2X1 40 2 5 3.55 1.061
P3X1 40 2 5 3.70 1.067
Valid N (listwise) 40 3,63
Sumber: data SPSS 21.0 for window
Berdasarkan Tabel 4.15, dapat dilihat bahwa variabel harga mempunyai rata-rata skor tertimbang sebesar 3,63, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel harga ini masuk dalam kategori tinggi
4.3.2 Distribusi Frekuensi Kualitas Pelayanan
Tabel 4.16
Distribusi Frekuensi Kualitas Pelayanan
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
P1X2 40 2 5 3.93 .797
P2X2 40 2 5 3.93 .797
P3X2 40 2 5 3.73 .847
P4X2 40 3 5 3.85 .736
P5X2 40 3 5 3.95 .677
P6X2 40 2 5 3.15 1.252
P7X2 40 2 5 3.10 1.150
P8X2 40 3 5 4.00 .751
P9X2 40 2 5 3.83 .747
Valid N (listwise) 40 3,72
Sumber: data SPSS 21.0 for window
Berdasarkan Tabel 4.16, dapat dilihat bahwa variabel kualitas pelayanan mempunyai rata-rata skor tertimbang sebesar 3,72, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan ini masuk dalam kategori tinggi.
4.3.3 Distribusi Frekuensi Kepuasan Konsumen
Tabel 4.17
Distribusi Frekuensi Kepuasan Konsumen
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
P1X3 40 2 5 3.75 .870
P2X3 40 1 5 3.38 .952
P3X3 40 2 5 3.93 .797
P4X3 40 3 5 3.80 .687
P5X3 40 2 5 4.18 .813
P6X3 40 2 5 3.80 .853
P7X3 40 3 5 4.08 .764
P8X3 40 3 5 4.35 .622
P9X3 40 2 5 3.90 .982
P10X3 40 2 5 3.98 .862
Valid N (listwise) 40 3,92
Sumber: data SPSS 21.0 for window
Berdasarkan Tabel 4.17, dapat dilihat bahwa variabel kepuasan konsumen mempunyai rata-rata skor tertimbang sebesar 3,92, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel kepuasan konsumenini masuk dalam kategori tinggi.
4.5 Uji Asumsi Klasik
4.5.1 Uji Normalitas
Tujuannya untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Gambar 4.1
Normalitas Harga dan Kualitas Pelayanan
Dari grafik di atas, terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti garis diagonal, maka model garis regresi layak dipakai untuk model regresi.
Tabel 4.18
Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 40
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 3.58808452
Most Extreme Differences Absolute .094
Positive .094
Negative -.076
Kolmogorov-Smirnov Z .592
Asymp. Sig. (2-tailed) .874
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Test pada Tabel 4.18, diperoleh nilai Asymp.sig sebesar 0,874 lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa data variabel bebas dan variabel terikat terdistribusi normal.
4.5.2 Uji Multikolonieritas
Tujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya gejala korelasi antar variabel independen. Apabila terjadi korelasi, maka hal tersebut dinamakan terdapat problem multikolonieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak memiliki problem tersebut.
Tabel 4.19
Coefficient Multikolonieritas
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 18.306 4.760
HARGA .765 .244 .415 .981 1.020
KUALITAS_PELAYANAN .374 .128 .385 .981 1.020
a. Dependent Variable: KEPUASAN_KONSUMEN
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Ketentuan yang berlaku dalam pengujian ini adalah Coefficient variabel dependen keputusan pembelianterlihat untuk kedua variabel independen, angka VIF ‘1,020 di bawah angka 10 dan angka Tolerance 0,981 > 0,1. Dengan demikian, dapat disimpulkan model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinearitas (multiko).
4.6 Analisis Regresi
4.6.1 Analisis Regresi Berganda
Tabel 4.20
Hasil Regresi Berganda Variabel Harga(X1) dan Kualitas Pelayanan (X2) terhadap Kepuasan Konsumen (Y)
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 18.306 4.760 3.846 .000
HARGA .765 .244 .415 3.134 .003
KUALITAS_PELAYANAN .374 .128 .385 2.912 .006
a. Dependent Variable: KEPUASAN_KONSUMEN
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Berdasarkan Tabel 4.20 diketahui nilai konstanta sebesar 18,306, nilai harga sebesar 0,765 dan kualitas pelayanan 0,374 maka persamaan regresi adalah Y (Kepuasan konsumen) = 0,765 (Harga) + 0,374 (Kualitas Pelayanan)
Artinya :
1. Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor di wilayah Cirebon hanya akan terjadi apabila harga dan kualitas pelayanan yang dilakukan Bengkel 50 Motor sangat baik.
2. Jika harga yang ditetapkan tidak terlalu mahal maka akan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Cirebon.
3. Jika kualitas pelayanan yang dilakukan Bengkel 50 Motor sangat baik maka akan mempengaruhi terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Cirebon.
Tabel 4.21
Model Summary Berganda Variabel Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .604a .365 .330 3.684
a. Predictors: (Constant), KUALITAS_PELAYANAN, HARGA
b. Dependent Variable: KEPUASAN_KONSUMEN
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Berdasarkan Tabel 4.21 dijelaskan bahwa Adjusted R square (R2) adalah 0,330 menunjukkan besarnya pengaruh harga (X1) dan kualitas pelayanan (X2) secara simultan terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah 33%. Adapun sisanya sebesar 67% dipengaruhi oleh faktor lain.
4.7 Uji Hipotesis
4.7.1 Uji t
4.7.1.1 Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan Konsumen
Uji hipotesis penelitian yang diajukan adalah untuk menguji hipotesis tersebut adalah antara harga terhadap kepuasan konsumen, dapat dilakukan dengan langkah-langkah analisis sebagai berikut:
a. Perumusan hipotesis
Ho: Tidak terdapat pengaruh antara harga terhadap kepuasan konsumen
Ha: Terdapat pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen
b. Menghitung besarnya angka thitung
Tabel 4.22
Cofficient Hipotesis Pertama
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 29.736 2.945 10.098 .000
HARGA .863 .264 .468 3.266 .002
a. Dependent Variable: KEPUASAN_KONSUMEN
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
Hasil perhitungan SPSS 21.0 for Windows diperoleh nilai thitung sebesar 3,266
a. Menghitung besarnya angka ttabel
Ketentuan: Taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) ‘n’ 2 atau 40-2 ’38. Dari ketentuan diperoleh nilai ttabel menunjukan sebesar 2,024. Perhitungan tersebut sesuai dengan ketentuan pada lampiran distribusi t (tabel t)
b. Kriteria pengujian
Bila nilai thitung>ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
Bila nilai thitung<ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak
c. Keputusan
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai thitung ‘ ttabel yaitu 3,266 ‘ 2,024 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh antara harga terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian hasil hipotesis yang peneliti ajukan yaitu apabila harga yang ditawarkan lebih murah maka kepuasan konsumen akan tercipta.
Gambar 4.2
Daerah Penolakan Hipotesis Pertama
4.7.1.2 Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Uji hipotesis penelitian yang diajukan adalah untuk menguji hipotesis tersebut adalah antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen, dapat dilakukan dengan langkah-langkah analisis sebagai berikut:
a. Perumusan hipotesis
Ho: Tidak terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen
Ha: Terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen
b. Menghitung besarnya angka thitung
Tabel 4.23
Cofficient Hipotesis Kedua
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 24.758 4.764 5.197 .000
KUALITAS_PELAYANAN .430 .141 .443 3.044 .004
a. Dependent Variable: KEPUASAN_KONSUMEN
Sumber:data SPSS 21.0 for windows
Hasil perhitungan SPSS 21.0 for Windows diperoleh nilai thitung sebesar 3,044
a. Menghitung besarnya angka ttabel
Ketentuan: Taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) ‘n’ 2 atau 40-2 ’38. Dari ketentuan diperoleh nilai ttabel menunjukan sebesar 2,024. Perhitungan tersebut sesuai dengan ketentuan pada lampiran distribusi t (tabel t)
b. Kriteria pengujian
Bila nilai thitung>ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
Bila nilai thitung<ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak
c. Keputusan
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai thitung ‘ ttabel yaitu 3,044 ‘ 2,024 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian hasil hipotesis yang peneliti ajukan yaitu apabila kualitas pelayanan yang dilakukan sangat baik maka kepuasan konsumen akan tercipta.
Gambar 4.3
Daerah Penolakan Hipotesis Kedua
4.7.2 Uji F
Hipotesis yang diajukan adalah untuk menguji apakah variabel harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan konsumen digunakan uji f. Adapun langkah-langkah analisisnya dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Hipotesis statistik/operasional
H0: Tidak terdapat pengaruh antara harga dan kualitas pelayanan
secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen
Ha: Terdapat pengaruh antara harga dan kualitas pelayanan
secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen
b. Menghitung Fhitung
Tabel 4.24
ANOVA Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 288.275 2 144.138 10.622 .000b
Residual 502.100 37 13.570
Total 790.375 39
a. Dependent Variable: KEPUASAN_KONSUMEN
b. Predictors: (Constant), KUALITAS_PELAYANAN, HARGA
Sumber: data SPSS 21.0 for windows
c. Menghitung Fhitung
Ketentuan: Taraf signifikansi 0,05 dengan df ‘ 40- 2- 1 ’37. Dengan ketentuan tersebut, diperoleh nilai Ftabel sebesar 3,25
d. Kriteria Pengujian
Jika nilai Fhitung > Ftabe, maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika nilai Fhitung < Ftabe, maka H0 diterima dan Ha ditolak
e. Kesimpulan
Dari hasil penelitian didapatkan Fhitung sebesar 10,622 ‘ Ftabel sebesar 3,25 dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh antara harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian hasil hipotesis yang peneliti ajukan yaitu apabila harga dan kualitas pelayanan ditingkatkan maka kepuasan konsumen akan meningkat dan terbukti dapat diterima. Lebih jelasnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4.4
Daerah Penolakan Hipotesis Ketiga
4.8 Interpretasi Penelitian
4.8.1 Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan Konsumen
Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan perhitungan SPSS 21.0 for Windows diperoleh nilai thitung sebesar 3,266, sedangkan ttabel dengan derajat kebebasan (df) ‘ n ‘ 2 = 40 ‘ 2 = 38 pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,024. Dengan demikian, thitung > ttabel. Artinya harga mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon. Dalam dunia bisnis harga merpakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan, karena harga yang terlalu mahal akan mengakibatkan konsumen tidak puas sedangkan apabila perusahaan melakukan potongan-potongan harga maka konsumen akan puas karena biaya yang ia keluarkan lebih murah tapi dengan kualitas yang sama. Berdasarkan tabel coefficient hipotesis pertama hasil perhitungan, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,02 < 0,05 dan thitung ‘ ttabel yaitu 3,266 ‘ 2,024 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu tentang harga terhadap kepuasan konsumen oleh Jefry F.T Bailia, Agus Supandi Soegoto, Sjendry Serulo R. Loindong yang berjudul ‘Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Warung-Warung Makan di Kota Manado’ yang menyatakan bahwa Harga terdapat hubungan atau berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen.
4.8.2 Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan perhitungan SPSS 21,0 for Windows diperoleh nilai thitung sebesar 3,004 sedangkan ttabel dengan derajat kebebasan (df) ‘ n ‘ 2 = 40 ‘ 2 = 38 pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,024. Dengan demikian, thitung ‘ ttabel. Artinya kualitas pelayanan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon. Konsumen akan merasa puas apabila kualitas pelayanan yang dilakukan bengkel sangat baik misalnya, keterampilan karyawan dalam menyelesaikan pemasalahan konsumen, pengetahuan akan motor luas sehingga konsumen yang datang dan membayar akan merasa puas karena pengorbanan yang konsumen keluarkan sesuai dengan kualitas pelayanan yang konsumen dapat. Berdasarkan tabel coefficient hipotesis kedua hasil perhitungan, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,04 < 0,05 dan thitung ‘ ttabel yaitu 3,044 ‘ 2,024 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu tentang kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen oleh Hana Ofela dan Sasi Agustin yang berjudul ‘Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Kebab Kingabi’ yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen.
4.8.3 Pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek Secara Bersama-sama Berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dengan bantuan perhitungan program SPSS 21.0 for Windows diperoleh besarnya pengaruh harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen. Hal ini diperkuat dengan nilai Fhitung sebesar 10,622, sedangkan besarnya Ftabel dengan besarnya Ftabel dengan df 2 (n-k-1) atau ‘ 40 ‘ 2 ‘ 1 = 37 pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 3,25. Dengan demikian, nilai Fhitung ‘ Ftabel atau 10,622 ‘ 3,25 sehingga H0 diterima. Artinya harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Adapun besarnya pengaruh harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen sebesar 33%. Adapun sisanya sebesar 67% dipengaruhi oleh faktor lain.
BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian analisis data dan temuan penelitian mengenai pengaruh Harga (X1) dan Kualitas Pelayanan (X2) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon maka, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Hasil pengujian variabel harga terhadap kepuasan konsumen secara parsial dengan menggunakan uji t menyatakan bahwa harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon. Selain itu nilai dalam distribusi frekuensi variabel harga memiliki rata-rata nilai tinggi, hal ini menunjukan bahwa responden merasa setuju dengan indikator-indikator yang digunakan oleh peneliti sebagai alat ukur dalam menjelaskan variabel harga. Sedangkan hasil distribusi frekuensi menjelaskan bahwa pada variabel harga indikator kesesuaian harga dengan kualitas jasa memiliki rata-rata tertinggi, hal tersebut menunjukan bahwa kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon pengaruhnya terbesar karena kesesuaian harga dengan kualitas jasa.
2. Hasil pengujian variabel kepuasan konsumen terhadap kepuasan konsumen secara parsial dengan menggunakan uji t menyatakan bahwa harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Weru Lor Cirebon . Selain itu nilai rata-rata dalam distribusi frekuensi untuk variabel kepuasan konsumen berada dalam kategori tinggi yang berarti responden setuju dengan indikator-indikator yang digunakan oleh penulis dalam menjelaskan variabel kualitas pelayanan. Disamping itu hasil distribusi frekuensi menjelaskan bahwa pada variabel kualitas pelayanan, indikator memahami kesulitan konsumen memiliki nilai rata-rata tertinggi. Hal ini menyimpulkan bahwa kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor didapatkan melalui kemampuan karyawan dalam memahami kesulitan-kesulitan yang dialami oleh konsumen dalam hal ini kesulitan tersebut adalah kerusakan sepeda motor konsumen yang dapat diatasi oleh karyawan-karyawan Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon tersebut.
3. Dari hasil regresi berganda menunjukan bahwa terdapat dua variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependennya. Secara simultan harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Memperbaiki dan menjaga penetapan harga serta mempertahankan kualitas pelayanan untuk konsumen, sehingga dapat mempengaruhi kepuasan konsumen.
4. Pada Penelitian ini ternyata variabel yang berpengaruh paling dominan adalah variabel harga yang dapat dilihat pada standarized coeficient beta pada Tabel 4.22.
4.2 Implikasi Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan, maka peneliti memberikan implikasi yang dapat bermanfaat bagi berbagai pihak yang membutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan uraian kesimpulan hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner maka peneliti menyarankan sebaiknya langkah yang seharusnya diambil oleh perusahaan adalah menetapkan harga yang tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah supaya mampu bersaing dengan bengkel-bengkel lain diwilayah Kabupaten Cirebon serta mampu menciptakan kepuasan konsumen dan meningkatkan omset penjualan.
2. Berdasarkan uraian kesimpulan hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner maka peneliti menyarankan untuk meningkatkan kualitas pelayananan bengkel lebih baik lagi terutama dalam memberikan perhatian lebih kepada konsmen karena memiliki rata-rata terendah supaya kepuasan konsumen pada Bengkel 50 Motor dapat terus terjaga dan mampu untuk meningkatkan omset penjualan.
3. Berdasarkan uraian kesimpulan hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner maka peneliti menyarankan untuk lebih membedakan harga bagi konsumen yang sering melakukan service karena memiliki rata-rata terendah pada butir pertanyaan tersebut supaya konsumen yang sudah sering melakukan service selalu merasa puas karena mendapatkan harga yang murah.
4. Berdasarkan uraian kesimpulan hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner maka peneliti menyarankan untuk lebih bersikap sopan kepada konsumen karena memiliki rata-rata terendah, hal ini perlu diperhatikan karena apabila kesopanan Bengkel 50 Motor bagus tentunya akan meningkatkan rasa puas konsumen.
5. Berdasarkan hasil uraian kesimpulan bahwa harga dan kualitas pelayanan bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Bengkel 50 Motor Weru Lor Kabupaten Cirebon. Maka perusahaan harus mampu mempertahankan penetapan harga yang baik dan selalu meningkatkan kualitas pelayanan yang ditawarkan sehingga kepuasan konsumen selalu terjaga yang berdampak pada kenaikan omset nantinya.
6. Peneliti juga menyarankan kepada konsumen Bengkel 50 Motor untuk lebih berani dalam menyatakan saran kepada pihak Bengkel 50 Motor mengenai kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki guna membantu peningkatan pelayanan bengkel dan konsumen lebih mendapatkan keuntungan dari peningkatan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto dan setyabudi Ismanto. 2014. Konsumen dan Pelayanan Prima Cetakan kesatu. Yogyakarta: Gava Media.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariet Dengan Program Ibm Spss 23 Cetakan kedelapan. Semarang: Universitas Diponogoro.
Gitosudarmo, Indriyo. 2014. Manajemen Pemasaran Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
Hasan,Ali. 2013. Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan Cetakan kesatu. Yogyakarta: Center For Academic Publishing Service.
Kotler,Keller dan Keller,kevin lane.2008.Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Belas Jilid Dua.Jakarta:PT. Indeks
Sangadji,Etta Mamang dan Sopiah. 2013. Perilaku Konsumen Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal Penelitian. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Setyaningrum,Ari, dkk.2015.Prinsip-Prinsip Pemasaran.Yogyakarta:Andi Offset
Sudaryono. 2016. Manajemen Pemasaran Teori dan Implementasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian dan Pengembangan Research and Development Cetakan kedua. Bandung: Alfabeta.
Tjiptono, Fandy dan Chandra, Gregorius. 2016. Service Quality dan satisfaction. Yogyakarta: CV Andi offset.
Tjiptono, Fandy. 2015. Strategi Pemasaran Edisi Keempat. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Umar Husein. 2013. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi Kedua Cetakan keduabelas. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Edy Haryanto.2013. ‘Kualitas Layanan, Fasilitas dan Harga Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Layanan Pada Kantor Samsat Manado’. KualitasPelayanan.https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/2212. Download tanggal 13/05/2017
Hana Ofela dan Sasi Agustin. 2016. ‘Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Kebab Kingabi’. Harga, Kualitas Pelayanan. https://ejournal.stiesia.ac.id/jirm/article/viewFile/1464/1421. Download tanggal 13/05/2017
Jefry F.T Bailia, dkk. 2014. ‘ Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Warung-Warung Makan di Kota Manado’.Harga.https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/5959. Download tanggal 13/05/2017.